Dark/Light Mode

Menteri Teten: Kontribusi Vaksinasi Booster Dari Koperasi Percepat Pemulihan Ekonomi

Selasa, 15 Maret 2022 21:13 WIB
Menteri Teten (tengah) saat melakukan kunjungannya di acara vaksinasi massal Kopsyah BMI, Cikupa, Tangerang, Banten, Selasa (15/3). (Foto: Dok. Kemenkop UKM)
Menteri Teten (tengah) saat melakukan kunjungannya di acara vaksinasi massal Kopsyah BMI, Cikupa, Tangerang, Banten, Selasa (15/3). (Foto: Dok. Kemenkop UKM)

 Sebelumnya 
Mengutip data Kemenkes, Teten mengatakan, Indonesia menempati peringkat keempat dunia dari sisi jumlah rakyat yang telah mendapat suntikan vaksin. Yakni setelah China, India, dan Amerika Serikat (AS).

"Dari sisi vaksinasi kita sudah sejajar dengan negara-negara besar. Diprediksi pada 2045, Indonesia menjadi empat negara besar dunia. Vaksinasi kita sudah menyamai mereka, ini didukung berkat vaksinasi yang diselenggarakan oleh beberapa pihak, termasuk Kopsyah BMI. Sebab pemerintah tidak bisa sendiri. Kolaborasi harus menjadi agenda bersama," ujar Teten.

Baca juga : Akselerasi Vaksinasi Booster, Kapolri: Tingkatkan Imunitas Warga Untuk Tekan Laju Covid-19

Ia mengatakan, pemerintah, dunia usaha dan masyarakat, saat ini sedang mempersiapkan proses transisi dari pandemi menuju endemi. Untuk itu ia berpesan, dalam prosesnya, bupati dan pemerintah di daerah turut mengawasi dengan memastikan semua lapisan masyarakat menjaga protokol kesehatan.

"Kalau sudah endemi, ini akan menjadi tanggung jawab masing-masing dalam menjaga protokol kesehatan, di samping pemerintah turut menyediakan fasilitas kesehatan secara lengkap," ujarnya.

Baca juga : Menteri Lutfi Ajak Pelaku UKM Dan Mikro Manfaatkan Tren Ekonomi Digital

Teten kembali menegaskan, Koperasi dan UMKM (KUMKM) menjadi ujung tombak, pemulihan ekonomi, serta tulang punggung perekonomian. Bagaimana KUMKM mampu menggerakkan ekonomi, sehingga perlu mendapat prioritas dalam pemberian vaksinasi.

"Koperasi selain memiliki 3 fungsi utama yakni sebagai bisnis kegiatan, usaha dan kegiatan ekonomi, juga memiliki fungsi lain sebagai pendidikan dan kegiatan sosial. Dua hal ini yang membedakan koperasi dengan korporasi. Untuk itu, fungsi koperasi sebagai pendidikan dan kegiatan sosial harus terus digelorakan," imbau Teten. [DWI]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.