Dewan Pers

Dark/Light Mode

Kebijakan Perdagangan Terbuka Bantu Pulihkan Ekonomi Indonesia

Selasa, 12 April 2022 11:52 WIB
Ilustrasi. (NET)
Ilustrasi. (NET)

RM.id  Rakyat Merdeka - Indonesia perlu menjalankan kebijakan perdagangan terbuka dan minim restriksi untuk membantu memulihkan perekonomiannya.

Proses pemulihan ekonomi global yang sedang berjalan terganggu oleh beberapa hal, salah satunya invasi Rusia ke Ukraina, yang mengganggu kelancaran rantai pasok.

“Indonesia perlu secara konsisten menunjukkan komitmennya dalam perdagangan internasional lewat perdagangan terbuka. Perdagangan terbuka dapat melancarkan pasokan bahan baku dan meminimalisir dampak kenaikan harga berbagai komoditas,” terang Kepala Penelitian Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Felippa Ann Amanta.

Berita Terkait : Top, Kebijakan OJK Sukses Dongkrak Perusahaan Besar untuk IPO

Walaupun terlibat aktif dalam berbagai kerja sama internasional, Pemerintah masih memberlakukan sistem perdagangan yang cukup protektif dan memberlakukan hambatan non tarif.

Kebijakan seperti ini, lanjutnya, tidak akan berdampak positif dalam jangka panjang karena Indonesia masih membutuhkan impor untuk berbagai bahan baku.

Penerapan hambatan non-tarif di Indonesia dapat menyebabkan kenaikan biaya produksi. Hal ini berdampak pada menurunnya daya saing produk Indonesia di pasar internasional.

Berita Terkait : Mudik Gerakkan Ekonomi Rakyat

Selain itu, proses bongkar muat yang tidak efisien juga menimbulkan kerugian waktu dan ekonomi.

Harus diakui kata Felippa, Indonesia masih membutuhkan impor untuk mendukung industri. Namun hal ini memang diperlukan untuk menambah nilai tambah produknya yang akan meningkatkan daya saing.

"Pada akhirnya hal ini akan berdampak pada perekonomian kita, karena dapat mengundang investasi, membuka lebih banyak lapangan pekerjaan dan mendorong konsumsi nasional,” ungkapnya.

Berita Terkait : Mau Mudik Lebaran Dengan Tenang, Puan: Penuhi Hak THR Pekerja

Pemerintah juga perlu memangkas regulasi yang menghambat investasi dan menghambat kinerja ekspor Indonesia.

Masuknya investasi diharapkan dapat menggerakkan perekonomian nasional, menggerakkan sektor-sektor strategis dan membuka peluang kerja sama dengan pemerintah serta perusahaan dari negara lain.
 Selanjutnya