Dewan Pers

Dark/Light Mode

Muhammadiyah Apresiasi Ketangguhan Sektor Pertanian Indonesia

Minggu, 17 April 2022 08:36 WIB
Panen padi/Ist
Panen padi/Ist

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua Forum Pimpinan Pertanian Perguruan Tinggi Muhammadiyah (FPIP-PTM) Budy Wiryono mengapresiasi kinerja sektor pertanian Indonesia yang mampu tumbuh positif di tengah lesunya ekonomi global akibat pandemi Covid-19.

Karena itu, Budy mengajak semua pihak menjaga momentum ini agar petani terus meningkatkan produksi.

"Sesungguhnya pertanian Indonesia itu sudah teruji dengan berbagai kondisi. Selama pandemi, sektor ini masih bertahan dan mampu meningkatkan devisa negara," ujar Budy pada webinar propaktani, Sabtu (16/4).

Berita Terkait : Ketua Umum KBPP Polri Apresiasi Puan Sahkan RUU TPKS

Budy mengatakan, sektor pertanian adalah sektor yang sangat penting karena menjadi tempat bergantungnya kehidupan masyarakat Indonesia. Karena itu, harus mendapat perhatian khusus, baik dari sisi hulu maupun hilir.

"Jangan sekali-kali mengabaikan sektor pertanian, karena jika produksinya terganggu bukan tidak mungkin akan menimbulkan instabilitas politik dan harga-harga menjadi naik," katanya.

Melihat berbagai kondisi ini, kata Budy, forum perguruan tinggi Muhammadiyah siap berkolaborasi dengan Kementan untuk mengawal ketersediaan pangan di seluruh Indonesia. Terutama dalam menghadapi hari besar keagamaan seperti Hari Raya Idul Fitri 2022.

Berita Terkait : Menteri Nadiem Resmikan Monash University Indonesia

"Berdasarkan visi dan misi kami, tentu ada banyak hal yang bisa kita kolaborasikan bersama dengan jajaran Kementan. Antara lain, mendukung kurikulum belajar kampus merdeka, mendukung riset, publikasi dan turun langsung ke lapangan untuk membantu petani meningkatkan produksi," jelasnya.

Sebelumnya, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo memastikan bahwa ketersediaan 12 bahan pokok dalam kondisi aman dan terkendali. Tidak ada kekurangan apalagi kelangkaan. Bahkan di saat bersamaan, para petani di sejumlah daerah tengah menggelar panen raya sehingga kondisi beras nasional diperkirakan melimpah ruah.

Sebagai informasi, berdasarkan catatan BPS, Nilai Tukar Petani (NTP) pada Maret tahun 2022 meningkat 109,29 atau naik 0,42 persen (MtoM). Meningkatnya NTP menandakan bahwa indeks harga yang diterima petani jauh lebih tinggi jika dibandingkan indek yang dibayar petani.

Berita Terkait : Generasi Milenial Didorong Mulai Garap Pertanian Perkotaan

Sama halnya dengan NTP, Nilai Tukar Usaha Petani (NTUP) juga mengalami kenaikan sebesar 109,25 atau naik 0,67 persen. Kenaikan NTUP dipengaruhi naiknya komoditas kelapa sawit, cabe rawit, cabe merah dan telur ayam ras. [KAL]