Dark/Light Mode

PMN Garuda Diyakini Bisa Redam Keraguan Investor

Sabtu, 30 April 2022 07:30 WIB
Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra. (Foto: Istimewa).
Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra. (Foto: Istimewa).

RM.id  Rakyat Merdeka - Penyertaan Modal Negara (PMN) untuk Garuda Indonesia diyakini akan memberikan dampak positif. Hal tersebut bisa meredam keraguan investor terhadap masa depan maskapai pelat merah tersebut.

Panitia Kerja (Panja) Penyelamatan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Komisi VI DPR menyetujui PMN Tahun 2022 sebesar Rp 7,5 triliun untuk perseroan.

Pengamat penerbangan Gatot Rahardjo menilai, pemberian PMN itu bisa menumbuhkan kepercayaan investor. Para investor akan menganggap masa depan Garuda masih ada.

Baca juga : KPP Dan Majelis Nur Tariim Doakan Jokowi Bisa Tuntaskan Masalah Migor

“Ini (PMN) kabar baik tentunya. Tapi masih ada tiga hal lain yang harus dilakukan perusahaan ke depannya agar menghasilkan dampak yang lebih baik,” kata Gatot kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Ketiga hal tersebut yakni pertama, dari sisi internal. Garuda harus menguatkan tim manajemennya dalam bernegosiasi di PKPU (Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang), baik terkait penguatan data, informasi dan personelnya.

“Sehingga investor yakin bahwa uangnya tidak akan hilang. Karena Garuda masih bisa tumbuh dan berkembang lagi,” jelas Gatot.

Baca juga : WanaArtha Life Kebut Proses Masuknya Investor Baru

Bahkan, sambung Gatot, tim ini juga harus bisa meyakinkan investor bahwa good governance performance Garuda bagus. Persoalan terkait korupsi, kolusi, nepotisme (KKN) bisa dibabat habis.

Kedua, dari sisi eksternal. Yakni memperbaiki iklim bisnis penerbangan nasional agar tidak terjadi perang tarif (predatory pricing) yang sangat ekstrim.

Sebab, hal ini akan mengakibatkan banyak maskapai tidak mampu menghasilkan keuntungan yang layak. Bahkan dikhawatirkan bisa membuat maskapai bangkrut.

Baca juga : Lestari: Perjuangan Kartini Jadi Energi Perempuan Indonesia

Ketiga, mendorong Pemerintah agar lebih memperjelas posisi Garuda.

“Apakah Garuda akan terus melaksanakan fungsinya sebagai BUMN (Badan Usaha Milik Negara) yang melaksanakan tugas-tugas dari negara, atau murni akan masuk ke bisnis,” cetusnya.

Sebab, menurutnya, tugas negara yang dibebankan kepada Garuda juga bisa mempengaruhi performa bisnis perseroan ke depannya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.