Dewan Pers

Dark/Light Mode

Ekonomi Indonesia Mulai Bangkit, Penjualan Listrik PLN Tumbuh 8,62 Persen

Jumat, 20 Mei 2022 19:41 WIB
Ilustrasi. (Dok. PLN)
Ilustrasi. (Dok. PLN)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Perusahaan Listrik Negara/PLN (Persero) mencatatkan penjualan listrik hingga April 2022 mencapai 88.803 Gigawatt hour (GWh), tumbuh 8,62 persen dibanding periode sama tahun lalu sebesar 81.756 GWh.

Hal ini disampaikan Executive Vice President (EVP) Komunikasi Korporat dan CSR PLN Diah Ayu Permatasari, bahwa angka ini lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I 2022 yaitu sebesar 5,01 persen (year on year/yoy).

"Kenaikan penjualan listrik ini menandai perekonomian Indonesia mulai bangkit, sebab permintaan listrik sejalan dengan pertumbuhan ekonomi," ujarnya, di Jakarta, Jumat (20/5).

Menurutnya, listrik menjadi energi perangsang geliat ekonomi Indonesia setelah sempat terpuruk akibat pandemi Covid-19.

Hingga April 2022, sambung Diah, pertumbuhan penjualan listrik tertinggi terjadi di Riau dan Kepulauan Riau sebesar 43,8 persen.

Berita Terkait : Menkominfo Pastikan Indonesia Tak Ketinggalan Perkembangan Metaverse

Lalu, wilayah dengan pertumbuhan penjualan listrik kedua tertinggi adalah Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (Sulselrabar) sebesar 23,5 persen.

Disusul, wilayah Bangka Belitung dengan pertumbuhan sebesar 12,8 persen dibanding tahun lalu. Peningkatan penjualan listrik tersebut dipicu oleh berbagai program transformasi yang dilaksanakan secara berkelanjutan.

Selain itu juga didorong pencanangan program intensifikasi dan ekstensifikasi penjualan yang dilaksanakan oleh PLN selama pemulihan ekonomi pasca pandemi ini.

"Kami terus melakukan inovasi untuk mendorong penjualan listrik. Untuk pelanggan rumah tangga, kami mendorong electrifying lifestye. Ibarat kata, kami tidak mau berpuas diri dari capaian hari ini," tuturnya.

Diah memaparkan, strategi intensifikasi penjualan tenaga listrik dilakukan PLN dengan mendorong penggunaan listrik pelanggan untuk kegiatan produktif.

Berita Terkait : Menhub Optimis, Industri Penerbangan Segera Bangkit Dari Masa Turbulensinya

Langkah ini dilakukan PLN melalui rangkaian program bundling dan promo tambah daya. Bahkan, PLN juga mendorong penerapan gaya hidup dengan menggunakan peralatan berbasis listrik dalam kehidupan sehari-hari atau electrifying lifestyle. 

Seperti, mendorong ekosistem kendaraan listrik berbasis baterai dan penggunaan kompor induksi.

"Banyak program yang kami sediakan untuk mendorong konsumsi listrik. Seperti diskon 30 persen bagi pemilik kendaraan listrik yang mengisi daya kendaraan listriknya di malam hari," ujar Diah.

Dia melanjutkan, untuk strategi ekstensifikasi penjualan yaitu meningkatkan jumlah pelanggan PLN. Strategi ini ditempuh melalui program win back yaitu mengakuisisi captive power, atau mengganti kelistrikan perusahaan-perusahaan yang masih menggunakan pembangkit sendiri dengan suplai listrik dari PLN.

"Langkah tersebut dilakukan agar pelanggan dapat berfokus pada bisnis intinya. Urusan listrik biar kami yang backup," sambungnya.

Berita Terkait : Maybank Indonesia Hadirkan Solusi Untuk Wujudkan Properti Idaman

Tak hanya itu, PLN juga terus menggali ceruk pasar potensial di berbagai sektor. Misalnya, program electrifying agriculture dan electrifying marine untuk sektor pertanian, peternakan, perkebunan, dan perikanan serta kelautan.

"Sejumlah strategi yang dilakukan PLN merupakan bentuk dukungan perseroan dalam menggerakkan perekonomian dengan menghadirkan listrik untuk kegiatan-kegiatan produktif," tutupnya. ■