Dewan Pers

Dark/Light Mode

Pengumuman! Subsidi Migor Curah Berakhir Besok Pukul 23.59 WIB

Senin, 30 Mei 2022 23:18 WIB
Dirjen Industri Agro Kemenperin, Putu Juli Ardika. (Foto: Ist)
Dirjen Industri Agro Kemenperin, Putu Juli Ardika. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin) resmi mencabut program minyak goreng curah subsidi mulai 31 Mei 2022.

Dirjen Industri Agro Kemenperin, Putu Juli Ardika mengatakan, keputusan penghentian program minyak goreng curah subsidi ini dicabut setelah dikeluarkannya dua aturan Kementerian Perdagangan yaitu Permendag Nomor 30 Tahun 2022 yang mengatur ketentuan ekspor CPO dan turunan lainnya serta Permendag Nomor 33 Tahun 2022 tentang Tata Kelola Minyak Goreng Curah Sistem DMO-DPO.

“Berakhir tanggal 31 Mei jam 23.59 WIB,” ujarnya saat berbincang dengan media, Senin (31/5).

Berita Terkait : Tok! Program Migor Curah Bersubsidi Berakhir 31 Mei 2022

Menurut Putu, Kemenperin juga telah menerbitkan Permenperin Nomor 26 sebagai perubahan ketiga atas Permenperin nomor 8 tahun 2022 yang mendasari pengakhiran program minyak goreng dalam kerangka pembiayaan BPDPKS.

Putu juga menyatakan, pihaknya akan menyempurnakan platform Sistem Informasi Minyak goreng Curah (SIMIRAH) untuk mendukung Program Minyak Goreng Curah Rakyat (MGC Rakyat) yang akan mulai berlaku 1 Juni 2022.

Program MGC Rakyat ini sebagai pengganti minyak goreng subsidi dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) Adapun SIMIRAH merupakan platform yang memiliki beberapa tampilan fitur, antara lain informasi tentang produksi, pelacakan distribusi MGC, sebaran pendistribusian, dan real-time distribusi. Fitur-fitur tersebut digunakan untuk memantau kemajuan pendistribusian Minyak Goreng Curah Bersubsidi.

Berita Terkait : Jelang Lebaran, Distribusi Migor Curah Bersubsidi Penuhi Target

"Peran Kemenperin adalah menyediakan SIMIRAH 2 yang datanya mulai dari CPO sampai ke konsumen, di mana sebelumnya data diambil dari produsen. Kami menyempurnakan pengolahan data pada SIMIRAH 2 ini," bebernya.

Putu menyampaikan, Kemenperin memfasilitasi pendataan melalui SIMIRAH yang akan digunakan sebagai pertimbangan dalam memberikan rekomendasi ekspor. "Kita tidak mengeluarkan rekomendasi ekspor, hanya menyediakan data sebagai bahan pertimbangan oleh Kementerian Perdagangan maupun tim yang ada di dalamnya," ujar Putu.

Di sisi lain, Putu mengatakan, realisasi pemenuhan minyak goreng sejak Maret dan April mengalami peningkatan. Pada April, realisasi penyaluran minyak goreng curah mencapai 210.835,14 ton atau lebih besar dari kebutuhannya. Adapun kebutuhan minyak goreng curah adalah sebesar 194.634 ton.

Berita Terkait : Harga Acuan Keekonomian Migor Curah Dipatok Rp 21.034 Per Kg

“Jadi realisasi pemenuhan April sudah di atas 108,3 persen,” katanya.

Sejalan dengan itu, ia mengklaim distribusi minyak goreng juga semakin meluas. Saat ini, ada 75 produsen minyak goreng dengan 1.669 distributor dan 27.449 pengecer yang tersebar di seluruh Indonesia.

Putu menambahkan, pengiriman rata-rata per hari kerja meningkat dan konsisten dari Maret sampai Mei. Pada Mei, rata-rata penyaluran pada hari kerja sebesar 9.159 ton dan April sebesar 9.166 ton. “Ini sudah jauh meningkat dan konsisten dibanding Maret yang hanya rata-rata 4.613 ton per hari kerja,” kata Putu.