Dark/Light Mode

Quick Count by Litbang Kompas
Anies & Muhaimin
25.23%
Anies & Muhaimin
Prabowo & Gibran
58.47%
Prabowo & Gibran
Ganjar & Mahfud
16.30%
Ganjar & Mahfud
Waktu Update 20/02/2024, 00:17 WIB | Data Masuk 100%

Dewan Energi Nasional Dukung Indonesia Menuju Net Zero Emission Pada 2060

Kamis, 2 Juni 2022 15:35 WIB
Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) dari kalangan industri Satya Widya Yudha. (Foto: Antara)
Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) dari kalangan industri Satya Widya Yudha. (Foto: Antara)

RM.id  Rakyat Merdeka - Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) dari kalangan industri Satya Widya Yudha mendukung upaya dan langkah pemerintah dan berbagai elemen bangsa menuju target netralitas karbon (net zero emission) pada 2060 atau lebih cepat.

 "Kami mengapresiasi kegiatan forum diskusi nasional yang diselenggarakan secara hybrid oleh Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia dengan tema "Transition to Cleaner Energy for Mobility Towards Net Zero Emission", ujar Satya dalam keterangannya seperti dilansir Antara, Kamis (2/6)

Baca juga : Demi Ketahanan Pangan Nasional, Mentan Dukung Pasokan Pupuk Indonesia

Saat menjadi pembicara mewakili DEN dalam forum tersebut, Satya yang juga menjabat Ketua Komite Tetap Kebijakan dan Regulasi Kadin Indonesia Bidang ESDM itu menyampaikan bahwa sektor energi merupakan penyumbang emisi terbesar di Indonesia, jika tidak mempertimbangkan kehutanan dan perubahan lahan.

Dengan sumber emisi yang dominan adalah sektor pembangkit listrik sebesar 35 persen, transportasi 27 persen, dan industri 27 persen.

Baca juga : Bangun Pabrik Keramik, Trust Trading Indonesia Investasi Rp 1,2 T

Satya, yang pernah menjabat Wakil Ketua Komisi VII DPR ini juga menyampaikan sejumlah prioritas untuk mempercepat transisi energi adalah dekarbonisasi energi, sinergi lintas pemangku kepentingan, inovasi teknologi, dan fokus melakukan peralihan bahan bakar dari migas ke listrik, utamanya kendaraan dan kompor listrik.

Selanjutnya, menyusun strategi dekarbonisasi sektor yang susah dimitigasi, misalnya industri yang prosesnya masih bergantung pada batu bara atau gas, melakukan investasi infrastruktur yang memudahkan proses transisi energi, dan menyiapkan soft infrastructure untuk mendukung pendanaan transisi energi, seperti skema perdagangan karbon dan skema financing.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.