Dewan Pers

Dark/Light Mode

Cegah Karhutla Di Riau, Ini Jurus KLHK

Kamis, 16 Juni 2022 11:04 WIB
Pencegahan karhutla di Riau. (Foto: Antara)
Pencegahan karhutla di Riau. (Foto: Antara)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bekerja sama dengan berbagai pihak untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau.

"Salah satunya strategi pelaksanaan Masyarakat Peduli Api (MPA) Paralegal. KLHK memberikan dukungan pengetahuan teknis serta sarana dan prasarana. Dalam prosesnya ada rekrutmen pendamping dan operasi reguler. Hasilnya masyarakat berkesadaran hukum menjadi solusi permanen," kata Kepala Sub Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan KLHK, Anis Susanti Aliati.

Anis mengatakan itu pada diskusi tentang “Solusi Permanen Pencegahan (Mitigasi) Sekaligus Penanganan Karhutla di Riau” yang digelar Jurnalis Kreatif Riau (JKR) dan Kabupaten Siak, dikutip dari Antara, Kamis (16/6).

Menurut dia, di Indonesia sudah ada 60 MPA Paralegal dengan 18 diantaranya di Riau. Kegiatan MPA Paralegal ini juga dengan melakukan pengembangan ekonomi produktif seperti budidaya. 

Berita Terkait : Digantung Juve, Morata Pasrah

Sementara dari BPBD Riau, Fitra Adhi Mukti mengatakan, kegiatan sosialisasi dan patroli yang melibatkan masyarakat. Juga kerja sama dengan universitas pada mahasiswa yang melakukan kuliah kerja nyata. 

"Seperti pemetaan sumber air, melalui aplikasi sistem informasi pengendalian karhutla Riau (sipakar) bisa diketahui sumber air," sebutnya. 

Koordinator Wilayah Manggala Agni Riau, Edwin Putra juga mengutarakan memberikan contoh pencegahan karhutla yang baik di Siak. Yakni adanya peraturan desa tentang karhutla dengan memberikan sanksi adat. 

Menurutnya pencegahan bisa dilakukan oleh semua pihak, sedangkan untuk penanganan hanya bisa dilakukan oleh lembaga tertentu dan perusahaan. Maka dari itu semua orang bisa mengambil peran dalam pencegahan. 

Berita Terkait : Cegah Karhutla Sumsel Dan Jambi, KLHK Cs Gelar Modifikasi Cuaca

Sementara, Kepala Pelaksana BPBD Siak, Kaharuddim menambahkan, 71 kampung sudah ada penetapan kampung lawan karhutla. Selain itu 10 kampung tangguh bencana juga sudah dibentuk. 

Selain itu juga ada paparan dari akademi dari Universitas Riau, Dr. Arifuddin dan Emy Sadari M, Dekan Fakultas Kehutanan Universitas Lancang Kuning. Juga dari Manggala Agni Daerah Operasi Siak, Ihsan Abdillah. 

Hadir juga salah seorang petani warga Kampung Pinang Sebatang Barat, Kecamatan Tualang, Herman. Dia menceritakan kisah suksesnya bertani dengan cara tidak membakar lahan dan bisa meraih untung jauh lebih besar. 

"Dulu kami membakar karena memang murah, tapi ternyata hasilnya hanya bulan-bulan pertama saja tanahnya bagus. Setelah itu tanaman tidak bagus karena ternyata berkurang kadar harganya," sebut dia. 

Berita Terkait : Atlet Kelas Dunia Di SEA Games Vietnam, Ini Pesan Ketum KONI DKI

Setelah itu, datang penyuluhan dari PT Arara Abadi APP Sinar Mas petani Hortikultura binaan dalam Program Desa Makmur Peduli Api (DMPA). Dari bertani sawit yang hanya menghasilkan Rp 4 juta per bulan, dia berbalik haluan menjadi petani Bayam dan Kangkung yang bisa memperoleh omset hingga Rp 40 juta per bulan. 

"Jadi bersih setiap bulan saya dapat keuntungan Rp20 juta sampai Rp 23 juta. Kini berkat perkembangan usaha saya, saya dapat membeli lahan di sekitar areal saya,” tambahnya.