Dewan Pers

Dark/Light Mode

Jelang Pengumuman BI Rate, Rupiah Dibuka Melesat

Kamis, 23 Juni 2022 09:50 WIB
Dolar dan rupiah. (Foto: Ist)
Dolar dan rupiah. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Nilai tukar rupiah pagi ini dibuka melesat 0,16 persen ke level Rp 14.839 per dolar AS dibanding perdagangan kemarin di level Rp 14.862 per dolar AS.

Pergerakan mata uang Asia bervariasi terhadap dolar AS. Peso Filipina menguat 0,22 persen, ringgit Malaysia naik 0,03 persen, baht Thailand menguat 0,12 persen, dolar Singapura minus 0,06 persen, won Korea Selatan minus 0,06 persen, dolar Hong Kong naik 0,1 persen dan yen Jepang menguat 0,30 persen.

Berita Terkait : Perpusnas Dukung Pengembangan Literasi Di Desa

Indeks dolar AS terhadap mata uang saingannya turun 0,31 persen ke level 104,00. Sementara nilai tukar rupiah terhadap euro menguat 0,26 persen ke level Rp 15.641, terhadap poundsterling Inggris juga naik 0,41 persen ke level Rp 18.123, dan terhadap dolar Australia menguat 0,72 persen ke level Rp 10.202. 

Direktur PT Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi mengatakan, penguatan dolar AS terhadap mata uang lain disebabkan oleh aksi investor yang menunggu isyarat kebijakan moneter dari Ketua The Fed Jerome Powell dalam kesaksian semi tahunan kepada Kongres pada Rabu waktu setempat. 

Berita Terkait : Menguat Tipis, Rupiah Dibuka Rp 14.827

“Kebijakan moneter agresif dari The Fed telah memicu kekhawatiran perlambatan pertumbuhan ekonomi dan ini menjadi tanda-tanda perekonomian AS sedang menuju resesi,” ujarnya dalam riset yang dikutip, Kamis (23/6).

Sementara itu dari dalam negeri Bank Indonesia (BI) bakal mengumumkan suku bunga acuannya nanti siang. “Ini menjadi perhatian utama, ada sinyal kuat suku bunga masih akan ditahan. Di mana hal ini akan memberi dorongan terhadap rupiah,” ujar Ibrahim.

Berita Terkait : Tembus Rp 14.840, Rupiah Makin Babak Belur

Ia memproyeksi, mata uang Garuda ditutup melemah di rentang Rp 14.850-Rp 14.900 per dolar AS.