Dewan Pers

Dark/Light Mode

Pelaku Pasar Khawatir The Fed, Rupiah Makin Anjlok

Rabu, 15 Juni 2022 09:49 WIB
Rupiah dan dolar AS. (Foto: Ist)
Rupiah dan dolar AS. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pagi ini nilai tukar rupiah dibuka melemah 0,2 persen ke level Rp 14.728 per dolar AS dibanding perdagangan kemarin di level Rp 14.699 per dolar AS.

Mata uang Asia bergerak variatif terhadap dolar AS. Yuan China menguat 0,2 persen, ringgit Malaysia minus 0,03 persen, rupee India naik 0,05 persen, dolar Singapura naik 0,07 persen, won Korea Selatan minus 0,42 persen, dolar Taiwan minus 0,17 persen, bath Thailand melemah 0,05 persen, dan peso Filipina melemah 0,22 persen.

Berita Terkait : The Babies Janji Makin Apik

Indeks dolar AS terhadap mata uang saingannya naik 0,1 persen ke level 105,27. Sementara nilai tukar rupiah terhadap euro melemah 0,14 persen ke level Rp 15.363, terhadap poundsterling Inggris minus 0,24 persen ke level Rp 17.712, dan terhadap dolar Australia minus 0,46 persen ke level Rp 10.167.

Analis Pasar Uang, Ariston Tjendra melihat, mata uang Garuda semakin anjlok terhadap dolar AS. Hal ini lantaran pelaku pasar berekspektasi The Fed menaikkan bunga acuan AS hingga 75 basis poin dalam rapat pekan ini.

Berita Terkait : Persib Sambut Pramusim, Ciro Alves Dan David Da Silva Makin Nyetel

"Hal tersebut lantaran inflasi konsumen dan produsen AS periode Mei 2022 masih di level tertinggi, belum terlihat tren penurunan," katanya di Jakarta, Rabu (15/6).

Selain itu hal tersebut mendorong tingkat imbal hasil US Treasury tenor dua tahun naik kuat dan berada di level 3,31 persen. “Kenaikan ini sebagai tanda resesi yang akan datang,” ujarnya.

Berita Terkait : Jelang Libur Hari Pancasila, Rupiah Loyo

Ariston memproyeksi, nilai tukar rupiah masih di kisaran Rp 14.730-Rp 14.650 per dolar AS sepanjang hari ini.