Dewan Pers

Dark/Light Mode

Blended Learning Penting Agar Anak Bahagia Dalam Belajar

Rabu, 8 Juni 2022 21:15 WIB
Proses pembelajaran di Sekolah Murid Merdeka (SMM). (Foto: SMM)
Proses pembelajaran di Sekolah Murid Merdeka (SMM). (Foto: SMM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Bahagianya anak dalam belajar adalah kunci untuk tumbuh kembang mereka yang optimal di masa depannya. Untuk itu, metode dan cara belajar-mengajar menjadi sangat penting untuk memastikan kebahagiaan anak dalam belajar dan berkembang sesuai minat bakatnya. Salah satu pendekatannya menggunakan sistem pembelajaran (pedagogi) yang memastikan anak didik paham terhadap konteks pembelajaran yang diberikan melalui metode blended learning.

“Metode dan cara belajar blended learning memastikan kebahagiaan anak dalam belajar dan berkembang sesuai dengan minat dan bakatnya,” kata Kepala Sekolah Murid Merdeka (SMM) Laksmi Mayesti, dalam keterangan yang diterima redaksi, Rabu (8/6).

Laksmi percaya, kebahagiaan merupakan kunci untuk tumbuh kembang anak yang optimal. Untuk memberikan kebahagiaan dalam belajar, SMM menawarkan pembelajaran yang konseptual, dan kontekstual, serta fleksibilitas, yang membuat cara belajar mengajarnya menjadi berbeda dari sekolah lain.

Berita Terkait : Pesan Mas Menteri Ke Anak Buah: Terus Berinovasi Wujudkan Nilai-Nilai Merdeka Belajar

Laksmi menjelaskan, murid-murid SMM diberikan keleluasaan dalam belajar atau fleksibilitas tanpa mengurangi bobot dari pelajaran sesuai dengan kebutuhan. Selain itu, mereka tidak hanya belajar di dalam kelas, namun juga ada field trip, kunjungan, virtual tour, serta diskusi.

“Faktor inilah yang dapat membuat anak paham maksud dari tujuan pembelajaran, dan membuat mereka mendapatkan kebahagiaan dalam belajar. Penilaian kelulusan diberatkan oleh praktik. Porsi teori hanya 10 persen,” kata Laksmi.

Selain itu, pembelajaran juga terpersonalisasi. Selain diberikan pelajaran wajib, anak juga memiliki kebebasan untuk mengambil pelajaran sesuai minat bakat serta materi dari mana saja, tidak harus dari sekolah. Tugas yang dikerjakan juga disesuaikan dengan kemampuan dan kesukaan anak.

Berita Terkait : Agen Dan Pedagang Ancam Mogok Jual Minyak Goreng Curah, Ini Alasannya

Laksmi melanjutkan, memasuki tahun ajaran baru 2022/2023, Sekolah Murid Merdeka membuka pendaftaran dengan berbagai opsi dari secara tatap muka rutin di 30 lokasi yang tersebar di Medan, Jabodetabek, hingga Bali, dan secara daring rutin (dengan pertemuan melalui live Zoom) di berbagai lokasi. SMM pun menawarkan biaya SPP yang cukup terjangkau bagi para murid, dengan kisaran Rp 250 ribu hingga Rp 600 ribuan per bulan untuk siswa PAUD, Sekolah Dasar, SMP hingga SMA. SPP tersebut sudah termasuk dengan pertemuan luring selama 2 hingga 3 kali setiap minggunya.

Selain itu, SMM juga menawarkan pilihan bagi orang tua murid daring rutin, yang menginginkan kelas tatap muka (offline) dengan tambahan Rp 49.500 untuk setiap pertemuan tatap muka rutin secara offline. “Keleluasaan, pembelajaran kontekstual, dengan guru yang kompeten ini penting. Prinsip kami bahagia belajar di SMM, kini dan nanti,” terang Laksmi.

Lebih detil Laksmi menjabarkan, SMM menawarkan tarif SPP yang cukup terjangkau bagi para orang tua yang ingin mendaftarkan anak-anaknya yaitu kelas tatap muka rutin dan daring rutin jenjang PAUD KB, PAUD A, dan PAUD B sebesar Rp 250.000 per bulan, SD kelas 1-3 sebesar Rp 330.000 per bulan, SPP SD Kelas 4-6 sebesar Rp 360.000 per bulan, SMP kelas 7-9 serta SMA kelas 10-12 sebesar Rp 450.000 per bulan.

Berita Terkait : Interpol Terbitkan Peringatan Kuning Pencarian Anak Ridwan Kamil

Sedangkan besaran biaya SPP program tatap muka rutin dengan pertemuan luring dua sampai tiga kali untuk PAUD KB 2 kali pertemuan per minggu sebesar Rp 330.000 per bulan, PAUD A dan B tiga kali pertemuan per minggu sebesar Rp 420.000 per bulan, SD kelas 1-2 tiga kali pertemuan per minggu sebesar Rp 500.000 per bulan, SD kelas 4-6, SMP kelas 7-9, dan SMA kelas 10-12 tiga kali pertemuan per minggu sebesar Rp 685.000 per bulan.■