Dewan Pers

Dark/Light Mode

Menperin Temui Pebisnis Jepang

IKM Suku Cadang Kita Bisa Bersaing Di Panggung Dunia

Selasa, 28 Juni 2022 07:35 WIB
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita. (Foto: Humas Kemenperin)
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita. (Foto: Humas Kemenperin)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus berupaya meningkatkan daya saing Industri Kecil Menengah (IKM) komponen otomotif (suku cadang) dalam negri.

Langkah ini diharapkan bisa meningkatkan penjualan baik di pasar domestik maupun luar negeri.

Salah satu upaya itu dilakukan jajaran Kemenperin dengan menggelar pertemuan delegasi bisnis IKM komponen otomotif dengan Toyota Indonesia Diaspora Group di Nagoya, Jepang, Minggu (26/6).

Berita Terkait : Mau Perpanjang SIM Di DKI? Yuk, Datang Aja Di 5 Lokasi Ini

Dalam pertemuan, mereka memetakan masalah yang dihadapi oleh IKM komponen otomotif. Khususnya upaya Perkumpulan Industri Kecil dan Menengah Komponen Otomotif (PIKKO) untuk menjalin kerja sama dengan industri otomotif Jepang.

“Kementerian Perindustrian terus mendukung IKM komponen otomotif agar berdaya saing dan mampu menjadi bagian dari supply chain industri otomotif, baik di dalam negeri maupun di luar negeri, seperti Jepang,” ujar Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangan persnya, kemarin.

Melalui koordinasi yang baik antara pengusaha nasional dan Jepang, Agus berharap IKM komponen otomotif dalam negeri dapat menunjukkan kapasitas dan kemampuan produksi sesuai kebutuhan industri otomotif Jepang.

Berita Terkait : Mentan Pantau Langsung Kedatangan Kapal Ternak Di Pelabuhan Tanjung Priok

“Kami ingin IKM komponen otomotif proaktif menjalin hubungan yang baik dengan pengusaha Jepang. Sekaligus membuktikan diri sebagai pemasok suku cadang yang paling kapabel dan andal di Asia,” kata Agus.

Dilanjutkan politisi Partai Golkar itu, untuk meningkatkan daya saing dan menjadi bagian dari rantai pasok industri komponen otomotif global, Pemerintah dan IKM harus dapat menyelesaikan empat tantangan dan hambatan yang dihadapi.

Pertama, terkait pendanaan. Banyak IKM belum mendapat dukungan sepenuhnya dari lembaga keuangan. Baik berdasarkan pertimbangan bankability, skala atau ukuran perusahaan, dan faktor belum tersedianya produk perbankan yang tepat.

Berita Terkait : Mau Perpanjang SIM Di DKI? Yuk, Datang Di 5 Lokasi Ini

“Untuk masalah ini, Kemenperin akan berdiskusi dengan Mitsubishi UFJ Financial Group (MUFG) untuk menjajaki kemungkinan skema pembiayaan khusus bagi IKM komponen otomotif,” ujar Agus.

Kedua, masalah kualitas dan skalabilitas produk. Untuk meningkatkan kualitas IKM, Kemenperin memiliki banyak program pendampingan. Seperti pendampingan pengembangan dan sertifikasi produk, implementasi teknologi 4.0, restrukturisasi mesin, layanan desain produk, pembangunan material center, serta dukungan promosi atau pameran.
 Selanjutnya