Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Perkuat Kerja Sama, Indonesia-China Gelar ICEF di Beijing
Rabu, 10 Juli 2019 13:35 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Dalam rangka memperkuat kerja sama bilateral dan mendorong investasi digelar pertemuan tahunan Indonesia-China Energy Forum (ICEF) ke-6 yang berlangsung di Beijing, China, Senin (8/7). Pertemuan ini memfasilitasi para pelaku bisnis energi Indonesia-China di sektor energi.
Pada kesempatan tersebut juga dilaksanakan pertemuan bilateral antara Menteri ESDM Ignasius Jonan dengan Administrator Zhang Jianhua, pejabat setingkat Menteri, National Energy Administration China, dan Chairman NDRC (National Development and Reform Comission) He Lifeng. Dalam pertemuan itu dibahas terkait peningkatan kerja sama kedua negara dan tindak lanjut kesepakatan kedua kepala negara.
Baca juga : Jonan Silaturahmi Dengan WNI Di Wisma Duta Beijing
"Pelaksanaan ICEF ke-5 sebelumnya dilaksanakan di Jakarta dan pada kesempatan tersebut telah ditandatangani MoU sektor energi. Dengan pelaksanaan ICEF ke-6 ini diharapkan memberikan hasil yang bermanfaat dan komitmen yang berorientasi pada aksi untuk ketahanan energi nasional masing-masing negara,” ujar Dirjen Ketenagalistrikan ESDM Rida Mulyana dalam sambutan pembukaannya dalam forum yang dihadiri oleh Vice Administrator NEA, Li Fanrong dikutip dari ESDM.go.id, Rabu (10/7).
"Harapan besar kami melalui forum ini akan memberikan hasil yang bermanfaat bagi kedua negara di sektor energi,” lanjut Rida.
Baca juga : Sejarah Baru, Indonesia-Arab Saudi Teken Kerja Sama Digital
Delegasi ICEF ke-6 dari pihak Indonesia terdiri dari 40 delegasi yang berasal dari pemerintah, pengamat publik dan entitas bisnis. Pelaksanaan ICEF dibagi menjadi dua sesi. Pada sesi pertama dibahas kelistrikan dan energi baru terbarukan, sementara sesi pembahasan difokuskan pada subsektor minyak, gas dan batu bara.
Hal yang tidak kalah penting adalah dilaksanakannya one on one meeting antar pelaku bisnis kedua negara pada kesempatan tersebut, sehingga dapat terjalan kesepatan dan komunikasi langsung antara pelaku bisnis. [DIT]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya