Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Sebelumnya
“Harapannya ke depan lebih meningkat lagi dan kita tidak memungkiri campur tangan dari semua pihak sangat dibutuhkan dalam peningkatan ekonomi masyarakat, khususnya perempuan, baik itu di bidang digital, bidang kesehatan, kepemimpinan, pendidikan, dan lain-lain sebagainya,” terangnya.
Sementara itu, dalam penghargaan Herstory Women Empowerment Companies Award 2022: Equal Opportunity, Equal Progress kali ini, tim peneliti HerStory melakukan riset dan penilaian untuk mendapatkan kandidat-kandidat pemenang dengan program pemberdayaan perempuan terbaik.
Tim peneliti HerStory mengklasifikasi dan mengeliminasi perusahaan berdasarkan kategori usaha menurut klasifikasi baku lapangan usaha Indonesia (KBLI) 2022, merupakan revisi dari KBLI 2015 dan tercatat di sistem online single submission (OSS) Kementerian Investasi.
Baca juga : Dipanggil KPK, Bupati Mamberamo Tengah Mangkir
Adapun, indikator penilaian yang digunakan sebagai parameter untuk menentukan penghargaan yang sesuai untuk setiap kandidat, yaitu kepemimpinan, tempat kerja inklusif gender, peran perusahaan untuk membangun ekonomi perempuan di masyarakat, penggunaan teknologi digital untuk mempromosikan kesetaraan, transparansi dan pelaporan.
Pemimpin Redaksi HerStory, Clara A. Sukandar, memaparkan bahwa kesetaraan gender yang belum merata di Indonesia dibuktikan dengan data dari hasil riset World Economic Forum.
Menurutnya, dari 156 negara yang diteliti, rupanya Indonesia berada di peringkat 101. Adapun, indikator penilaiannya meliputi partisipasi dan peluang ekonomi, pencapaian pendidikannya, kesehatan dan kelangsungan hidup, dan juga pemberdayaan politik.
Baca juga : Kalau Mau Menang, PDIP Jangan Sendirian
“Partisipasi dan kesetaraan gender di sektor pekerjaan memburuk akibat adanya pandemi. Dan yang terakhir adalah tingkat literasi belum setara, antara perempuan dan laki-laki,” papar Clara.
Ada beberapa bentuk ketidakadilan gender di ranah kerja yang terjadi di Indonesia. Antara lain, perbedaan upah untuk posisi yang sama, semata-mata hanya karena gender.
Kemudian juga pelecehan seksual, baik oleh rekan kerja maupun atasannya. Perempuan, juga jarang mendapatkan promosi ketimbang sejawatnya yang laki-laki, meski mereka juga berprestasi.
Baca juga : Piala Dunia U-20, FIFA Sanjung Kesiapan Indonesia
“Selain itu perempuan juga mendapatkan diskriminasi, stereotip atau pelabelan negatif terhadap salah satu gender dan juga rasisme,” ujarnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya