Dewan Pers

Dark/Light Mode

Gandeng 50 UMKM Binaan, Petrokimia Gresik Gelar Mangga Hybrid Expo 2022

Jumat, 1 Juli 2022 13:44 WIB
Foto: Dok. Petrokimia Gresik
Foto: Dok. Petrokimia Gresik

RM.id  Rakyat Merdeka - Menyambut HUT ke-50, Petrokimia Gresik kembali mendorong geliat Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk meningkatkan perekonomian pasca pandemi Covid-19 melalui pameran UMKM bertajuk “Mangga Hybrid Expo (MHE) 2022” di SOR Tri Dharma, Gresik, Jawa Timur mulai 29 Juni hingga 2 Juli 2022.

Kegiatan ini mendapat apresiasi langsung dari Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak yang hadir dalam pembukaan, Rabu (29/6).

Menurutnya diperlukan peran aktif banyak pihak untuk membangun UMKM yang jumlahnya sangat banyak di Jawa Timur, dan Petrokimia Gresik sebagai salah satu industri besar memiliki kepedulian untuk berjalan berdampingan membangun UMKM.

Berita Terkait : Keliling Istora Senayan, Menpora Cek Kesiapan Penyelenggaraan FIBA Asia 2022

Diharapkan kolaborasi ini menjadi kekuatan besar bagi kemajuan UMKM di Jawa Timur, dan harus menjadi contoh bagi BUMN lain.

“Salah satu UMKM Petrokimia Gresik di stan tadi ada yang telah memanfaatkan teknologi untuk menghasilkan produk yang kompetitif. Inilah pentingnya kolaborasi,” ujar Emil dalam keterangannya, Jumat (1/7).

Sementara itu, Direktur Utama Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo Annurogo menyampaikan bahwa UMKM memiliki peranan strategis sebagai pilar perekonomian Indonesia yang dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi berbasis kerakyatan.

Berita Terkait : 30 UMKM Binaan Pertamina Berhasil Gaet Sejumlah Hotel Jateng

Dwi Satriyo mengatakan, Petrokimia Gresik sebagai bagian dari Pupuk Indonesia dan BUMN yang juga salah satu pilar penggerak perekonomian, menaruh komitmen dan peatian tinggi terhadap UMKM, salah satunya melalui program Mangga (akronim dari Mitra Kebanggaan).

“Mangga Hybrid Expo merupakan wujud dukungan perusahaan untuk para pelaku UMKM. Program ini memberikan wadah bagi mitra binaan agar produknya dapat dikenal oleh kalangan yang lebih luas,” ujar Dwi Satriyo.

Kegiatan yang merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial & Lingkungan (TJSL) / Corporate Social Responsibility (CSR) ini melibatkan 50 mitra binaan terbaik yang terdiri dari berbagai sektor, mulai dari industri kreatif, fashion, jasa, kuliner, dan lain sebagianya.
 Selanjutnya