Dark/Light Mode

RI Harus Punya Ekosistem Sendiri

Erick: Sinergi BUMN-Universitas, Modal Penting Di Era Disrupsi Digital

Selasa, 5 Juli 2022 15:44 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir dalam kuliah umum di Unsoed Purwokerto, Jawa Tengah, Selasa (5/7). (Foto: Humas BUMN)
Menteri BUMN Erick Thohir dalam kuliah umum di Unsoed Purwokerto, Jawa Tengah, Selasa (5/7). (Foto: Humas BUMN)

 Sebelumnya 
Indonesia memiliki potensi ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara, dan diprediksi mencapai Rp 4.500 triliun pada 2030. Angka tersebut delapan kali lebih besar dari PDB Indonesia.

Dalam konteks ini, pengembangan teknologi dan digitalisasi menjadi keharusan untuk mempersiapkan gelombang kedua dan ketiga disrupsi digital, yang mulai terjadi.

"Kita harus memikirkan bagaimana caranya mengisi kemerdekaan dengan kedaulatan pangan, energi, maupun ekonomi. Ekonomi digital adalah ekonomi masa depan kita, dengan kesempatan dan market besar," ujar Erick.

Dia bilang, pertumbuhan ekonomi tak boleh hanya mengandalkan sumber daya alam (SDA). Melainkan juga harus diperkuat oleh knowledge based economy.

Baca juga : Jadikan Belajar Mengasikan, Dosen Universitas Mercu Buana Asah Kreatifitas Digital

Dengan growth mindset, Erick meyakini, generasi muda bisa menjadi lebih agile dan adaptif.

"Untuk mewujudkan kemandirian digital, BUMN tentu tak bisa sendirian. Karena itu, kami akan terus berkolaborasi dengan universitas dalam menciptakan link and match antara pendidikan dengan industri," ucap Erick.

"Saya selalu senang datang ke kampus, supaya ada link and match menyambungkan yang lulus untuk mendapat kerja. Saya bicara dengan para rektor, kalau memang industrinya akan tutup, ya jenis pelajaran mahasiwa tersebut harus dikurangi. Karena lapangan kerjanya kan sudah tidak ada lagi, atau hilang. Makanya, perlu kerja sama BUMN dan universitas-universitas," terang Erick.

Dalam kesempatan tersebut, Erick juga menyaksikan nota kesepahaman (MoU) tentang pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat antara PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo, Unsoed, dan Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Purwokerto yang ditandatangani Direktur SDM dan Umum Pelindo Ihsanuddin Usman, Rektor Unsoed Akhmad Sodiq, dan Rektor UNU Purwokerto Achmad Iqbal.

Baca juga : Erick Thohir: Saya Bisa Merasakan Kegalauan Petugas Di Lapangan

Terkait hal tersebut, Direktur Utama Pelindo Arif Suhartono mengatakan, ajang kuliah umum bersama Menteri BUMN Erick Thohir merupakan bentuk komitmen dan kolaborasi perusahaan dengan Kementerian BUMN, dalam memajukan dunia pendidikan.

Arif menilai, pendidikan merupakan pembekalan paling dasar dalam menyiapkan generasi muda yang tangguh.

"Selain memberikan dukungan melalui penyelenggaraan kuliah umum bersama tokoh nasional, Pelindo juga menyalurkan fasilitas Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) sebanyak total 40 unit yang akan digunakan untuk pengembangan para mahasiswa di Unsoed dan UNU. Selain itu, kami juga membuka kesempatan magang di Pelindo," papar Arif.

Sebagai bentuk tanggung jawab perseroan pada maayarakat, tahun ini, Pelindo telah merumuskan tujuh program pendidikan. Yaitu program pelatihan dan sertifikasi pendidikan atau keahlian, program peningkatan kapasitas penyandang disabilitas, program peningkatan kualitas pendidikan, program BUMN bina olahraga, program beasiswa Pelindo, program dukungan pembangunan nasional untuk pendidikan, serta program pelatihan K3 komunitas pelabuhan.

Baca juga : Menteri Erick Ajak Generasi Milenial Kembangkan Ekonomi Digital

"Hingga Semester I 2022, komitmen Pelindo dalam memajukan pendidikan telah terealisasi melalui program-program senilai Rp 3,1 miliar yang telah diimplementasikan," ungkap Arif.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.