Dark/Light Mode

Komisi VI Dukung Rencana Menteri Erick

Holding BUMN Pariwisata Bakal Perkuat Dunia Usaha

Minggu, 15 Nopember 2020 07:58 WIB
Anggota Komisi VI DPR Evita Nursanty (Foto: Istimewa)
Anggota Komisi VI DPR Evita Nursanty (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Anggota Komisi VI DPR Evita Nursanty mendukung rencana pemerintah membentuk empat klaster dalam Holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Pariwisata. Termasuk, pemisahan anak usaha Garuda, Pertamina, Pegadaian, yang terkait pariwisata masuk ke dalam holding.

Langkah ini diyakini akan membuat BUMN semakin kompetitif dan menjadi institusi bisnis yang efisien. “Ini memang harus dibenahi, dikonsolidasikan, demi bangkitnya industri dan mendorong terciptanya daya saing tinggi serta BUMN fokus pada core business-nya,” kata Evita di Jakarta, kemarin. 

Berita Terkait : DPR Dukung 4 Klaster Holding Pariwisata Dan Pemisahan Anak Usaha BUMN

Anak usaha Garuda, yaitu Aerowisata dan Garuda Indonesia Holiday France rencananya dimasukkan ke Klaster Manajemen Destinasi. Kemudian, Gapura Angkasa, Aerowisata Catering Service, Strategic Business Unit Garuda Indonesia Cargo, Garuda Maintenance Facility Aeroasia, Aero Express masuk Klaster Service Aviasi dan Logistik. Garuda menjadi anggota dari Holding Pariwisata dan masuk Klaster Airlines bersama Pelita Air Service. 

Menurut Evita, holding pariwisata ini membuat industri pariwisata Indonesia semakin maju, baik dari sisi pengembangan destinasi maupun pemasarannya. Hal itu karena dukungan bandara, maskapai, aviasi, dan logistik. 

Berita Terkait : Kondisi Pilpres Di Swing States, Telepon Misterius Minta Warga Tetap Di Rumah

Namun demikian, Evita memandang pemerintah perlu memberikan penjelasan pola hubungan klaster-klaster tersebut. Sebab, publik masih bingung terkait hubungan holding, klaster maupun rencana pembentukan subholding. Termasuk bagaimana komposisi saham induk maupun anak. 

“Misalnya, kenapa ada anak usaha yang naik tingkat, sementara yang lain tetap jadi anak. Apalagi yang terlibat di klaster Manajemen Destinasi yang melibatkan banyak anak usaha. Tata ulangnya harus makin baik karena melibatkan banyak anak usaha yang mungkin selama ini sudah nyaman dengan posisinya,” jelasnya. 

Berita Terkait : BUMN Holding Pariwisata Percepat Pulihkan Ekonomi

Politisi perempuan PDIP ini sepakat jika BUMN induk tetap memiliki lebih dari 50 persen saham pada perusahaan eks anak BUMN agar negara tetap memiliki kontrol. “Ingat, ini holding bukan merger. Misi penting dari holding pariwisata ini adalah terbangunnya ekosistem bisnis yang sehat serta membawa bendera Indonesia ke dunia,” ujar Evita. 

Dia meminta para pelaku usaha tidak perlu khawatir pembentukan holding pariwisata ini akan menyulitkan para pebisnis swasta. Justru holding ini akan mendorong pembangunan pariwisata dan menguntungkan bagi masyarakat, konsumen, maupun bagi dunia usaha lainnya. [KAL]