Dark/Light Mode

Dukung Ekonomi Berkelajutan

Triputra Agro Targetkan 2036 Jadi Perusahaan Netral Karbon

Kamis, 21 Juli 2022 18:49 WIB
Foto: Dok. Triputra Agro
Foto: Dok. Triputra Agro

RM.id  Rakyat Merdeka - Industri kelapa sawit hingga saat ini memegang peran yang sangat penting dalam industri global karena pertumbuhan dan kontribusinya dalam penyediaan kebutuhan minyak nabati dunia sangatlah besar.

Minyak kelapa sawit memiliki berbagai keunggulan dibandingkan dengan komoditas penghasil minyak nabati lainnya, diantaranya terbukti lebih efisien dalam penggunaan lahan dan hasil panen yang lebih produktif.

”Industri sawit tidak boleh memberikan gambaran negatif pada masyarakat setempat dimana perkebunan berada, sebagai industri yang merusak lingkungan dan tidak memperhatikan kesejahteraan masyarakat maupun petani," ujar Presiden Komisaris PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG), Arif P. Rachmat dalam keterangannya, Kamis (21/7).

Arif menambahkan agar dapat mengembangkan perkebunan yang ramah lingkungan dan mampu memperbaiki taraf hidup orang banyak, kami terus menjaga keseimbangan antara People, Planet and Prosperity di setiap kegiatan operasional Perseroan.

Baca juga : Gelar New Journey of TAPG Sustainability, Triputra Agro Komit Jadi Perusahaan Hijau

Selanjutnya Presiden Direktur TAPG, Tjandra Karya Hermanto mengatakan, berpegang pada Visi dan Misi Perseroan, Kebijakan dan Komitmen dari para pendiri maupun pimpinan, maka TAPG membuat Kebijakan dan Komitmen Keberlanjutan di lingkup kegiatannya.

Kebijakan Keberlanjutan atau Sustainability Policy tersebut diluncurkan pertamakalinya di tahun 2013.

Dalam perjalanan pelaksanaan Kebijakan Keberlanjutan ini, TAPG mendapatkan berbagai masukan dan saran untuk perbaikan ke depan.

Bekerja sama dengan Daemeter Consulting, Perseroan merumuskan Kebijakan Keberlanjutan yang baru, yang diluncurkan pada hari ini di Ballroom Hotel JS Luwansa Jakarta, Kamis (21/7).

Baca juga : Kuartal 1 2022, Pembiayaan Hijau Bank Mandiri Capai Rp 209,8 T

Pada kesempatan tersebut, TAPG ingin membagikan pada publik, tentang pencapaian yang telah dilakukan dan target-target yang jelas dipaparkan sampai tahun 2036.

Presiden Direktur Daemeter Consulting, Aisyah Sileuw menjelaskan, TAPG memiliki strategi untuk mencapai tujuan menjadi perusahaan netral karbon di tahun 2036 dengan mengurangi emisi dari operasi kelapa sawit, meningkatkan penyerapan karbon dengan melindungi kawasan konservasi, menerapkan NDP (No Deforestation dan No Peat) dalam rantai pasokan Perseroan dan offset sisa karbon.

 “Sebagai konsultan Diameter, kami akan melakukan pendampingan terhadap implementasi yang akan dilakukan oleh Perseroan, sekaligus menjamin agar Perseroan on-track untuk mencapai visi yang ingin dicapai di 2036," ujar Aisyah Sileuw.

"Sebagai Dewan Komisaris, kami menyaksikan sekaligus menghargai pencapaian yang dilakukan oleh Perseroan dalam menerapkan Tata Kelola Lingkungan, Sosial dan Manajemen Kontrol atau kita kenal juga dengan ESG (Environmental, Social and Governance)," ujar Komisaris TAPG Kuntoro Mangkusubroto.

Baca juga : Pemerintah Sesuaikan Tarif Pungutan Ekspor CPO Dan Turunannya

Ia menegaskan bahwa TAPG menyadari bahwa di masa ini keberhasilan Perseroan tidak hanya diukur berdasarkan keuntungan atas nama pemegang saham. TAPG akan mendapatkan nilai positif di pasar keuangan Indonesia serta mendapatkan nilai lebih bagi para investor serta masyarakat secara luas.

“Sebagai Komisaris saya akan mengawasi agar Kebijakan Keberlanjutan sungguh-sungguh dijalankan dengan benar dan TAPG sungguh menjadi perusahaan sawit yang berkelanjutan," ujar Kuntoro. ■

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.