Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Iptek Dan Data Jadi Kunci
Luhut Optimis, Satu Dekade Lagi, PDB Indonesia Tembus 3 Triliun Dolar AS
Minggu, 24 Juli 2022 10:49 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan pentingnya penyelesaian masalah berbasis kerja sama dan penggunaan ilmu pengetahuan, teknologi, serta data sebagai dasar kebijakan.
Menurutnya, hal itu telah terbukti efektif dalam penanganan Covid-19, yang sejauh ini merupakan masalah paling kompleks. Mengingat aspek kesehatan dan ekonomi harus mendapatkan perhatian yang sama besar.
"Kebijakan penanganan yang cepat dan terintegrasi, sebagaimana penanganan Covid-19 juga kami terapkan untuk menyelesaikan persoalan di tengah berbagai tantangan dan ketidakpastian. Seperti perang Ukraina-Rusia, kenaikan harga pangan dan energi di tingkat internasional, perlambatan ekonomi dunia, serta krisis ekonomi dan politik," papar Luhut.
Pola penanganan Covid-19 yang cepat, terintegrasi, dan komprehensif juga diterapkan dalam kebijakan pengendalian harga minyak goreng, serta menjaga kondisi pemulihan dan stabilitas makroekonomi Indonesia.
Baca juga : Nobar The Big Hit Tutup Gelaran EoS
Luhut menuturkan, dalam 8 tahun terakhir, Indonesia telah berhasil mentransformasi ekonomi menjadi lebih efisien, lebih maju, dan tidak terlalu bergantung pada komoditas.
Hal ini dicapai berkat hilirisasi industri, peningkatan efisiensi melalui digitalisasi, dan transformasi perdesaan.
Melalui upaya transformasi ekonomi yang konsisten, ekonomi Indonesia dapat selangkah lagi menjadi negara maju.
"Dalam satu dekade ke depan, produk domestik bruto (PDB) Indonesia dapat meningkat hingga 3,0 triliun dolar AS dengan pendapatan per kapita di kisaran 10 ribu dolar AS," ungkap Luhut.
Baca juga : Tanpa Egy Dan Evan Dimas, STY Pede Timnas Tembus Piala Asia
Ketahanan ekonomi Indonesia saat ini, didorong oleh proses transformasi ekonomi. Tak lagi mengandalkan komoditas mentah. Namun, hilirisasi industri juga harus memperhatikan aspek lingkungan.
Melalui transformasi ekonomi, Indonesia juga mendapat transfer teknologi, added value, dan penciptaan lapangan kerja untuk tenaga kerja lokal. Sehingga, pemerataan ekonomi khususnya di daerah luar Jawa menjadi lebih cepat terwujud. Antara lain melalui IMIP, IWIP, Kaltara, hilirisasi EV Battery Supply Chain.
Hilirisasi industri membuat pembangunan menjadi lebih merata, dan mendorong industrialisasi di wilayah timur Indonesia.
"Selanjutnya, akan semakin banyak potensi pengembangan hilirisasi industri di Indonesia, yang juga dapat dilakukan secara multi-partit melalui kerja sama multi negara. Untuk mendorong kolaborasi di tingkat global, Indonesia juga aktif menjalin kerja sama dengan berbagai negara dunia," beber Luhut.
Baca juga : Dihadiri Luhut & Erick, Indonesia HR Summit Kembali Digelar Tahun Ini
Selain itu, para pengusaha juga dapat saling berkolaborasi untuk melengkapi mata rantai industri di Indonesia. Serta menjaga kestabilan ekonomi Indonesia, dan membawa Indonesia ke level PDB negara maju. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya