Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
20 BUMN Masuk Daftar 100 Perusahaan Terbesar Fortune Indonesia, Erick Ucapkan Alhamdulillah
Kamis, 11 Agustus 2022 17:45 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berhasil menduduki peringkat teratas dalam daftar 100 perusahaan terbesar, yang dikeluarkan Majalah Fortune Indonesia, berdasarkan pendapatan tahun fiskal 2021.
"Alhamdulillah, transformasi ini dapat berkontribusi lebih bagi negeri. Kita bisa lihat dalam daftar tersebut, peringkat lima besar didominasi BUMN. Ada Pertamina di peringkat pertama, PLN di nomor dua. Sementara di peringkat empat dan lima, ada BRI dan Telkom Indonesia. Di luar itu, ada Bank Mandiri di peringkat enam, dan MIND ID di posisi sepuluh," ujar Menteri BUMN Erick Thohir di Jakarta, Kamis (11/8).
Selain nama-nama di atas, ada Pupuk Indonesia di peringkat 13, BNI 14, Semen Indonesia 26, dan Pelabuhan Indonesia (Pelindo) 27.
Sementara Krakatau Steel berada di urutan 30, BTN 32, KAI 46, Wijaya Karya 47, PT PP 50, Jasa Marga 60, Kimia Farma 72, Waskita Karya 78, dan Adhi Karya 83.
"Ini pencapaian luar biasa. Ini adalah bukti nyata dari keberhasilan transformasi di BUMN. Sebanyak 20 dari 100 perusahaan terbesar yang dirilis Fortune, merupakan BUMN Indonesia," papar Erick.
Laporan Fortune ini sesungguhnya memberikan gambaran positif bagi perekonomian Indonesia. Pasalnya, sebanyak 80 perusahaan dalam 100 teratas, berhasil mencatatkan pertumbuhan pendapatan pada 2021.
Padahal, pada daftar yang sama tahun 2020, hanya 30 perusahaan yang berhasil mencatatkan pertumbuhan pendapatan.
"Yang menarik, Fortune menilai pembentukan sejumlah holding BUMN, memiliki dampak besar dalam peningkatan pertumbuhan pendapatan bagi BUMN," ujar Erick.
Baca juga : Sinyal Positif Ekonomi Indonesia Menggeliat
Transformasi BUMN juga berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,44 persen year on year (yoy) dalam kuartal II 2022, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada Jumat (5/8).
Dengan total aset BUMN yang mencapai sekitar Rp 9 ribu triliun pada 2021, kontribusi BUMN terhadap Ptoduk Domestik Bruto (PDB) mencapai 53 persen.
Yang menarik, selain mencatatkan pertumbuhan laba, BUMN tetap menjalankan fungsinya sebagai motor penggerak proyek-proyek yang menyerap tenaga kerja, di tengah sikap pesimistis masyarakat yang kehilangan pekerjaan akibat pandemi Covid-19.
Selama pandemi, lanjut Erick, BUMN mampu membuka lapangan kerja dalam sejumlah proyek besar besar, secara masif. Seperti proyek peningkatan kilang atau Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan yang menyerap 19 ribu tenaga kerja, dan hilirisasi batubara menjadi DME yang menyerap 10 ribu tenaga kerja.
Baca juga : Masuk Hitungan Negara Sahabat, Indonesia Dipastikan Kebagian Pasokan Pupuk Rusia
Selain itu, juga ada smelter tembaga Freeport Gresik yang menyerap hingga 40 ribu tenaga kerja, pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) yang mencatatkan penyerapan hingga 200 ribu tenaga kerja, serta pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika.
Dalam hal ini, InJourney selaku core dari penyelenggaraan event internasional MotoGP mampu menyerap 4.500 tenaga kerja lokal.
Yang paling spektakuler, penyerapan tenaga kerja melalui PT. Permodalan Nasional Madani (PNM) mampu menciptakan lapangan kerja bagi 12,7 juta ibu-ibu pada tahun 2021. Ini akan didorong hingga mencapai jumlah 20 juta pada tahun 2024.
"BUMN sebagai sepertiga kekuatan ekonomi Indonesia, harus mampu tampil dalam menjaga pertumbuhan ekonomi, keseimbangan pasar. Dan yang terpenting, pembukaan lapangan kerja dapat terus terjadi," tandas Erick. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya