Dewan Pers

Dark/Light Mode

Berdayakan Masyarakat Pesisir

Program Apartemen Kepiting Indra Karya Raih 2 Penghargaan CSR Award

Jumat, 12 Agustus 2022 18:19 WIB
Foto: Dok.Indra Karya
Foto: Dok.Indra Karya

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Indra Karya (Persero) kembali meraih dua penghargaan pada kategori Pilar Ekonomi Terbaik Bintang 4 dan Pilar Sosial Terbaik Bintang 4 dalam ajang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dan CSR Awards 2022.

Acara ini diselenggarakan BUMN Track melalui Program Ekonomi Kreatif Masyarakat Pesisir (PRO-AKSI).

Direktur Utama Indra Karya, Gok Ari Joso Simamora mengatakan, program TJSL perusahaan diarahkan untuk mendorong ekonomi masyarakat pesisir. Yaitu, melalui program apartemen kepiting dan pelatihan UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah), serta program kolaborasi padat karya. Karenanya, penghargaan ini menjadi motivasi untuk membuat program TJSL yang lebih inovatif.

"Kami akan konsisten menjalankan program CSR berkelanjutan, supaya bisa menciptakan Creating Shared Value (CSV) sebagai bentuk karya," ujarnya, dalam keterangannya, Jumat (12/8).

Berita Terkait : Libatkan Publik Dalam Program Mitigasi Bencana, RRI Raih Penghargaan BMKG

Ajang penghargaan yang digelar Kamis (11/8), di Jakarta ini, bertema “Akselerasi BUMN Mendorong Pemulihan Ekonomi Melalui TJSL dan CSR”.

Sementara itu, VP Corporate Secretary Indra Karya, Okky Suryono menilai, acara ini menjadi wadah evaluasi dan memunculkan inovasi-inovasi baru bagi perusahaan, khususnya pada bidang TJSL atau CSR yang selaras untuk mendukung Core Business perusahaan.

Selain itu, PRO-AKSI merupakan program kolaborasi 21 BUMN di Madura, yang melibatkan 62 Petani dan Pelaku Usaha UMKM Batik Madura, dengan lima Paket Bentuk Program Vokasi Life Skill dan 2.000 box yang disusun layaknya apartemen.

 

"Pengemasan budidaya kepiting dengan apartemen ini memaksimalkan penyimpanan ruang lahan pembudidayaan," ujarnya.

Berita Terkait : Terapkan Nilai Ahlak, Elnusa Raih Dua Penghargaan di Ajang GRC

Kegiatan ini dilakukan dengan tambak yang memakan banyak lahan, hingga dapat dipangkas menjadi satu bangunan, seluas 80 meter kubik (m3). "Total berat hasil pembudidayaan sebesar 6 ton per tiga bulan," ujarnya.

Okky berharap, dengan melaksanakan pembinaan bagi pelaku UMKM dan BUMDes (Badan Usaha Milik Desa), mereka bisa menganalisa kekuatan dan kelemahan dari usaha yang dijalankan.

Selain itu, mampu menciptakan lapangan kerja dan mendukung upaya penanggulangan kemiskinan. Serta, membekali mindset kewirausahaan bagi BUMDes agar dapat menjadi organisasi profit yang mandiri dan memiliki value yang besar.

Lebih lanjut Okky menambahkan, kegiatan ini bertujuan untuk memonitoring perkembangan kualitas dan kapabilitas anggota BUMDes dan membekali pengelolaan sumber daya manusia (SDM). Hal ini bertujuan untuk menciptakan lapangan kerja dan mendukung upaya penanggulangan kemiskinan.

Berita Terkait : Pakai Wadah Non Plastik Saat Pembagian Hewan Kurban, Kolaborasi KITA Raih Penghargaan MURI

"Dengan beberapa tahapan, PRO-AKSI mampu meningkatkan pendapatan UMKM minimal 200 persen setelah pelaksanaan," pungkas Okky. ■