Dark/Light Mode

New Look Batam, Singapura-nya Indonesia Yang Makin Kinclong

Jumat, 2 September 2022 06:30 WIB
Presiden Direktur Lion Group Capt Daniel Putut Adi Kuncoro (kiri) bersama Sekretaris Kementerian Koordinator Perekonomian Susiwijono Moegiarso, saat berkunjung ke Batam Aero Technic, Sabtu (27/8).
Presiden Direktur Lion Group Capt Daniel Putut Adi Kuncoro (kiri) bersama Sekretaris Kementerian Koordinator Perekonomian Susiwijono Moegiarso, saat berkunjung ke Batam Aero Technic, Sabtu (27/8).

RM.id  Rakyat Merdeka - Batam sekarang sudah makin berubah. Jauh lebih maju dan cantik. Sepuluh tahun lalu, berlayar dari kota ini menuju Singapura, kita merasakan perubahan peradaban yang ekstrim. Dari ketertinggalan, ke kemajuan. New look atau wajah baru Batam sekarang, makin cantik dan kinclong. Bikin kita bangga.

Pelabuhan Batam Centre, tak kalah keren dengan Harbor Front Singapura. Pembangunan di Batam memang tak pernah berhenti. Bahkan, di kala pan­demi, investasi tetap mengalir ke Batam.

Baca juga : Erick Lapor Ke Jokowi, Kinerja MIND ID Makin Kinclong

Rakyat Merdeka tiga kali mendatangi Batam. Tahun 2008, di saat Singapura mulai ak­tif mempromosikan paket tur, melalui jalur feri dari Batam. Berikutnya, saat peringatan Hari Pers Nasional (HPN) tahun 2015. Dan, kunjungan paling anyar, Sabtu-Minggu (27-28 Agustus lalu), Rakyat Merdeka bersama sejumlah pemimpin media massa nasional diajak Sekretaris Kementerian Koordi­nator Perekonomian (Sesmenko) Susiwijono Moegiarso, keliling beberapa lokasi di Batam.

Dulu, orang mengenal Otorita Batam. Tapi, sesuai Undang- Undang (UU) Nomor 44 Ta­hun 2007, berubah menjadi BP (Badan Pengusahaan) Batam. Lembaga inilah yang diberi hak mengelola kawasan perda­gangan dan pelabuhan bebas. Bertanggung jawab langsung kepada Dewan Kawasan, yaitu Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI.

Baca juga : Akbar Buchari Ingin Pengusaha Indonesia Menangi Persaingan Global

Tiga tahun terakhir, perkem­bangan Batam sangat cepat. Di masa pemerintahan Jokowi, ada sejumlah terobosan dilakukan. Pertama, Kepala BP Batam kini dijabat ex officio oleh Walikota Batam, berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 62 Tahun 2019. Dampaknya sangat bagus, dan menjadi solusi dualisme kepemimpinan di Batam. Sekaligus memberikan kepastian hukum kepada inves­tor. Tidak ada lagi perebutan kewenangan antara Walikota dan BP Batam. Sehingga menguran­gi hambatan-hambatan investasi, terkait aturan dan perizinan.

Kedua, Presiden juga menetapkan PP Nomor 67 dan 68 ta­hun 2021, yang menetapkan ada dua Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Batam. Yaitu: KEK Batam Aero Technic dan KEK Nongsa. Dua KEK itu berlokasi di Batam, Provinsi Kepulauan Riau. Satu KEK lagi sudah lebih dulu ditetapkan, yaitu KEK Ga­lang Batang di Bintan.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.