Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Kunjungan kerja Menteri BUMN Erick Thohir ke Belanda, pekan kemarin, menjadi angin segar bagi pengembangan energi terbarukan di Indonesia. Hal itu terlihat dari kerja sama PT Pertamina dengan mitra strategis di Belanda untuk pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB).
Menurut Erick Thohir, kerja sama pengembangan PLTB ini sebagai alternatif energi terbarukan di Indonesia. Saat ini, Indonesia terus mempersiapkan transisi energi dari fosil ke energi terbarukan. Salah satunya, melalui pembangkit listrik tenaga angin.
"Saya mengunjungi Pondera Wind Farm, salah satu partner @pertamina, dalam pengembangan energi tenaga angin untuk green hydrogen," kata Erick seperti dikutip di akun IG @erickthohir, Senin, (5/9).
Menanggapi langkah strategis Menteri BUMN, Direktur Eksekutif Energy Watch Mamit Setiawan mengatakan, kerja sama yang dilakukan Pertamina dengan perusahan Belanda sangat bagus.
Baca juga : DPR Dukung Pemerintah Cabut 70 Persen Subsidi BBM
“Ke depan kita bisa meningkatkan target bauran. Apalagi kita punya target 23 persen pada 2025,” kata Mamit saat dihubungi, Senin (5/9).
Selain target bauran energi, Indonesia juga punya target mengurangi efek rumah kaca pada 2030 sebesar 29 persen. Maka rencana pengembangan PLTB di Indonesia sangat tepat, dan Indonesia memiliki potensi angin lumayan cukup besar.
“Kita juga punya target Zero Emission pada 2060. Saya kira sangat bagus apalagi angin ini punya potensi yang lumayan cukup besar,” ucapnya.
Dengan kerja sama ini, diharapkan biayanya menjadi lebih murah. Pasalnya, biaya untuk PLTB sangat besar karena teknologinya dari luar.
Baca juga : Erick Minta Pertamina Jaga Pasokan BBM
Mamit berharap, perusahaan Belanda menanam investasinya di Indonesia. Dalam arti, membuat produk-produknya di Indonesia, sehingga bisa memberikan multiplier effect bagi pengembangan energi baru terbarukan di Indonesia.
Termasuk memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat dan juga perekonomian Indonesia secara nasional.
“Jangan sampai kita hanya menjadi pembeli, tetapi bagaimana kita menciptakan, bahkan mengerek investasi. Sehingga Indonesia bukan hanya pasar, juga menjadi produsen,” jelasnya.
Di Indonesia, lanjut Mamit, sudah ada beberapa pengembangan PLTB di beberapa daerah, seperti di Sulawesi Selatan dan di Kalimantan. Menariknya, daerah Kalimantan ke depan akan menjadi pusat ibu kota negara, dan ini sangat tepat.
Baca juga : Pelaku Usaha Minta Pemerintah Antisipasi Dampak Kenaikan Harga BBM
Pasalnya, rencananya Ibu Kota Nusantara (IKN) menggunakan energi baru terbarukan.
“Apapun potensi di sana, semua bisa dilakukan. Misalnya, PLTA banyak juga anginnya. Mungkin PLTB-nya bisa dikembangkan, disesuaikan dengan potensi yang ada,” pungkasnya.■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya