Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Program B50 Dinilai Perkuat Swasembada Energi dan Tekan Impor BBM
- S&P Pertahankan Rating Indonesia, Kepercayaan Investor Tetap Kuat
- Igor Tolic Ungkap Alasan Pilih Gabriel Mutombo Jadi Benteng Baru Persib
- Resmi, Lilipaly Berseragam Semen Padang FC
- Piala AFF 2026, Marc Klok Bidik Prestasi Bersama Timnas Indonesia
BBM Naik, Masyarakat Mulai Kencangkan Ikat Pinggang
Senin, 5 September 2022 22:00 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dan rencana pembatasan BBM bakal memiliki dampak yang cukup luas, baik dari sisi inflasi juga dari sisi distribusi di semua sektor usaha. Dampak tersebut harus diantisipasi.
Praktisi Hukum Kepailitan dari kantor Frans & Setiawan Law Office Hendra Setiawan Boen menilai, yang terdampak langsung terutama rantai makanan dan transportasi publik. Sehingga otomatis menaikan barang-barang tersebut sebesar 30 persen.
Baca juga : BPIP Ajak Demonstran Kedepankan Etika Kepantasan Publik
Akibatnya kata dia, masyarakat bakal semakin mengencangkan ikat pinggang terhadap barang yang dianggap non-esensial padahal ekonomi Indonesia selama ini ditopang oleh konsumsi masyarakat.
“Karena itu saya melihat BLT (Bantuan Langsung Tunai) pemerintah sebesar enam ratus ribu rupiah sebagai bantal sosial kepada masyarakat tidak dapat menutup tambahan pengeluaran akibat kenaikan BBM dan barang-barang tersebut, “ ujar Hendra.
Baca juga : Dunia Maya Rame Foto Mega-Puan Menangis
Hendra melanjutkan, kenaikan harga barang-barang yang disebut stagflasi tersebut pasti memberatkan masyarakat. "Padahal kita mulai pulih setelah dihantam Covid dua tahun terakhir," katanya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya