Dewan Pers

Dark/Light Mode

Gandeng PTPN VIII, Telkom Tekan Biaya Logistik di Sektor Perkebunan

Selasa, 6 September 2022 13:11 WIB
Kerja sama Telkom dan PTPN VIII ditandatangani oleh EVP Divisi Enterprise Service Telkom, Teuku Muda Nanta, dan Direktur PTPN VIII Didik Prasetyo, di kantor pusat PTPN 8 Bandung, pada Jumat (2/9)
Kerja sama Telkom dan PTPN VIII ditandatangani oleh EVP Divisi Enterprise Service Telkom, Teuku Muda Nanta, dan Direktur PTPN VIII Didik Prasetyo, di kantor pusat PTPN 8 Bandung, pada Jumat (2/9)

RM.id  Rakyat Merdeka - Tingginya biaya pengiriman barang masih menjadi tantangan bagi sektor logistik di Tanah Air. Tantangan yang sama juga dirasakan oleh PT Perkebunan Nusantara VIII (PTPN VIII). Sebagai upaya mengatasi tantangan logistik di sektor perkebunan,  PTPN  VIII menggandeng Logee, platform logistik digital yang dikembangkan oleh PT Telekomunikasi Indonesia Tbk dalam pengiriman logistik di sektor perkebunan.

Kerja sama ini diteken oleh EVP Divisi Enterprise Service Telkom, Teuku Muda Nanta, dan Direktur PTPN VIII, Didik Prasetyo di kantor pusat PTPN 8 Bandung, pada Jumat (2/9).

Kolaborasi ini juga sebagai bagian dari peran aktif Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mendukung program pemerintah untuk menurunkan biaya logistik nasional.

EVP Divisi Enterprise Service Telkom, Teuku Muda Nanta mengatakan, kerja sama yang bertajuk Optimasi dan Sinergitas Pengembangan, Pengelolaan Warehouse serta Distribusi Berbasis Platform ini terjadi setelah melalui serangkaian diskusi dan uji coba untuk memastikan masalah yang dihadapi di PTPN VIII agar dapat tersolusikan dengan baik.

Berita Terkait : Transjakarta Gandeng Pabrikan China Sediakan Angkot Listrik Di Ibu Kota

“Kedua belah pihak sepakat untuk melakukan kerja sama dan diwujudkan dalam agenda tersebut,” papar Nanta, dalam keterangan resminya, Selasa (6/9).

Melalui platform Logee yang berada di bawah payung Leap-Telkom Digital, Telkom berupaya memberikan solusi atas tantangan-tantangan yang dihadapi PTPN VIII. Tantangan yang dimaksud antara lain memastikan fulfilment atas pemesanan salah satu konsumen besar dari PTPN VIII.

Langkah solusi tersebut, lanjut Nanta, dimulai lewat konsolidasi produk teh dari 16 pabrik milik PTPN VIII untuk didistribusikan secara tepat waktu sehingga dapat meningkatkan kuantitas pengiriman dan menjaga kualitas produk.

“Tantangan yang dihadapi PTPN VIII bisa tersolusikan karena adanya manajemen dalam pengelolaan order, inventory, handling warehouse operation, pengantaran, dan end to end visibility dari semua proses yang terjadi. Semuanya dilakukan dengan memanfaatkan Logee sebagai platform yang dikembangkan Telkom untuk ekosistem logistik,” tambah Nanta.

Berita Terkait : Gandeng Arkiv, Astra Gelar Karya Seni Di Stasiun MRT

Sementara itu, Didik mengungkapkan, kerja sama yang terjalin ini bersifat menguntungkan untuk kedua belah pihak. Di bawah komandonya, PTPN VIII memiliki cita-cita untuk dapat melakukan digitalisasi di seluruh proses industri yang berjalan di lingkungan PTPN VIII.

Didik menilai, sinergitas antara dua BUMN ini juga menjadi lembaran baru sebagai awal terpicunya kerja sama yang berkelanjutan. Implementasi layanan Logee berperan dalam memberikan manfaat kepada PTPN VIII untuk mengakselerasi pelayanan kepada pelanggan, serta meningkatkan kemampuan PTPN VIII dalam mengetahui secara pasti ketersedian produk.

“Selain itu, melalui Logee kami mampu memprediksi kapasitas kebutuhan produk (forecasting), dan memberikan kemudahan kepada manajemen PTPN VIII dalam mengambil keputusan (recommendation), karena semua informasi telah tersedia secara lengkap,” ujar Didik.

Saiful selaku EVP Digital Business & Technology Telkom mengatakan, kolaborasi ini bisa menumbuhkan keyakinan lebih kepada Logee untuk terus mengembangkan kapasitas dan kapabilitasnya dalam merealisasikan penyediaan platform yang terintegrasi antara BUMN.

Berita Terkait : Gandeng Luwjistik, Lion Parcel Garap Pasar Logistik Asia Tenggara

“Kerja sama ini sebagai wujud kolaborasi dan sinergi BUMN sebagaimana arahan Kementerian BUMN, agar dapat berperan untuk menurunkan biaya logistik nasional dan mengurangi persentase losses produksi. Hal ini sejalan dengan purpose Telkom yaitu mewujudkan bangsa yang lebih sejahtera dan meningkatkan daya saing nasional,” tutup Saiful.

Diketahui, Logee merupakan bagian dari Leap Telkom Digital, umbrella brand produk dan layanan digital Telkom untuk mengakselerasi digitalisasi masyarakat Indonesia. Dengan adanya Leap, diharapkan dapat mendukung pertumbuhan ekosistem digital di Indonesia demi mengakselerasi terwujudnya kedaulatan digital nasional, sejalan dengan target pemerintah dalam beberapa tahun mendatang. Untuk informasi lebih lanjut, dapat mengakses https://leap.digitalbisa.id/.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh EVP Digital Business & Technology Telkom, Saiful Hidajat, Head of Digital Vertical Ecosystem Logee Natal Iman Ginting, GM Segment Agriculture Forestry Service (AFS) Andi Syahrudin, Tribe Leader Logee Distribution Ibrahim, Tribe Leader Logee Transportation Dumoli H. Sirait, serta Kepala Bagian Teknik dan Pengolahan PTPN VIII Laeli Fadli Arif.■