Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Bos BUMN Kudu Pake Kendaraan Listrik
Erick Minta PLN-Pertamina Siapkan Infrastrukturnya
Senin, 19 September 2022 07:30 WIB
Sebelumnya
“Saat ini kami dalam proses pengadaan mobil listrik secara bertahap, khususnya untuk kendaraan direksi,” akunya kepada Rakyat Merdeka, kemarin.
Wijaya memastikan, penggunaan kendaraan listrik juga telah dilakukan anak perusahaan PT Pupuk Indonesia sebelum dikeluarkannya surat edaran tersebut.
“Anak perusahaan Pupuk Indonesia, juga sudah ada yang menggunakan motor listrik sebagai kendaraan operasional perusahaan,” sambungnya.
Baca juga : Ridwan Bae Luruskan Pernyataan AHY Soal Pembangunan Infrastruktur
Sebelumnya, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo membeberkan, pihaknya telah berkolaborasi dengan produsen kendaraan listrik dan Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) dalam penyediaan layanan home charging.
Dia pun meminta, pengguna kendaraan listrik tak perlu khawatir saat bepergian, sebab perseroan sudah menghadirkan sejumlah SPKLU. “Sampai 14 September 2022, sudah tersedia 150 unit SPKLU PLN di 117 lokasi yang tersebar di seluruh Indonesia.
Sampai akhir tahun, akan terbangun lagi 110 unit SPKLU,” jelas Darmo, sapaan akrab Dirut PLN, di Jakarta, Kamis (15/9).
Baca juga : Moeldoko: Inpres Kendaraan Listrik Bentuk Komitmen Presiden Lakukan Transisi Energi.
Sementara, SPBKLU juga ada lima unit yang terpasang di Jakarta dan dua unit di Surabaya.
Menanggapi ini, pengamat ekonomi energi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Fahmy Radhi menilai, arahan untuk mempercepat penggunaan kendaraan listrik tersebut akan sangat baik, bila benar-benar diikuti jajaran direksi BUMN, termasuk pejabat Pemerintah.
“Walaupun direksi atau pejabat jumlahnya tak banyak, tapi kalau dijalankan tentu suatu hal yang baik. Meski tetap butuh waktu, nggak bisa instan,” kata Fahmy saat dihubungi Rakyat Merdeka, kemarin.
Baca juga : KAI Buka Peluang Hak Penamaan Untuk 10 Stasiun, Siapa Minat?
Selain itu, imbuh Fahmy, percepatan program kendaraan listrik juga harus terus mengembangkan infrastruktur dan layanannya ke daerah-daerah, tidak hanya berfokus di kota-kota besar.
“Karena harus dipikirkan juga, pejabat atau direksi yang ada di daerah. Infrastruktur kendaraan listriknya bagaimana. Sejauh apa kesiapannya. Kalau PLN, saya yakin dia siap. Listriknya kan memang surplus,” ungkapnya. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya