Dewan Pers

Dark/Light Mode

Eksklusif Dengan Dirut PT Telkom Ririek Adriansyah

Siap Hadirkan Digitalisasi Kelas Dunia Di IKN

Senin, 26 September 2022 07:07 WIB
Direktur Utama PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Ririek Adriansyah. (Foto: Ist)
Direktur Utama PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Ririek Adriansyah. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) menjadi salah satu perusahaan yang berkibar di masa pandemi. Pendapatannya naik berkali-kali lipat, dalam dua tahun terakhir. 

Di paruh pertama tahun ini, pendapatan Telkom mencapai Rp 72 triliun. Bandingkan dengan pendapatan sebelum pandemi. Pada semester I tahun 2019, pendapatannya sebesar Rp 33,12 triliun.

Dalam wawancara eksklusif dengan Rakyat Merdeka, Jumat (23/9), Direktur Utama PT Telkom Ririek Adriansyah memaparkan sejumlah capaian perusahaan yang dipimpinnya. Sekaligus strategi untuk pengembangan infrastruktur telekomunikasi ke sejumlah wilayah, termasuk Ibu Kota Negara (IKN) di Kalimantan Timur. Berikut petikan wawancara selengkapnya.

Berita Terkait : Obati Perusahaan Sekarat Jadi Sehat 

Di paruh pertama tahun ini, Telkom tumbuh 3,6 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Apa strategi PT Telkom sehingga bisa terus tumbuh positif?

Di tengah pandemi Covid-19 yang masih berlangsung, meski sudah melandai dan juga tantangan disrupsi teknologi, Telkom Group mampu menjaga pertumbuhan dan mempertahankan profitabilitas perusahaan. Hal ini terlihat dari kinerja Telkom pada paruh pertama 2022 tumbuh positif. Pencapaian tersebut tidak lepas dari langkah transformasi sekaligus fokus Perseroan pada lima strategi utama.

Sejak tahun lalu, Telkom terus melanjutkan langkah transformasi dengan fokus pada lima strategi utama yang bertujuan meningkatkan daya saing (competitive advantage). Seperti IPO (Initial Public Offering) Mitratel yang telah direalisasikan tahun lalu dan konsolidasi pengembangan bisnis Data Center. Serta menyiapkan new growth engine perusahaan melalui fixed mobile convergence, penguatan kapabilitas B2B IT Services, dan secara selektif berinvestasi pada perusahaan digital.

Berita Terkait : ASN Makin Mudah Punya Rumah

Pada kinerja semester pertama tahun ini, komposisi pendapatan Telkom bergerak dinamis seiring dengan transformasi perusahaan di mana kontribusi pendapatan dari bisnis digital (digital business) terus meningkat, bersamaan dengan kontribusi pendapatan bisnis legacy mengalami penurunan. Pergeseran ini menunjukkan bahwa transformasi perusahaan berada pada jalur yang benar untuk tetap tumbuh secara berkelanjutan sesuai perubahan bisnis ke depan.

PT Telkom diharapkan terus tumbuh. Bisa dijelaskan apa strategi menghadapi tahun 2023? Target-target prioritas apa saja yang ingin dicapai?

Melihat potensi pasar dan peluang ke depan, bisnis Telkom masih tetap menjanjikan. Pertumbuhan industri bisnis digital life & smart platform, enterprise ICT, dan layanan broad band pada 2021 – 2025 mencapai persentase di atas 10 persen. Untuk itu, Telkom terus fokus pada 3 pilar utama bisnisnya. 

Berita Terkait : UMKM Jangan Terus Berada Di Pinggiran

Yakni, mengukuhkan digital connectivity untuk maksimalisasi arus kas perusahaan, investasi pada digital platform dan pengembangan kapabilitas bisnis. Serta selektif dalam investasi di sektor digital services untuk menangkap peluang bisnis dan value creation.
 Selanjutnya