Dark/Light Mode

Hari Kopi Dunia, Flash Coffee Gali Talenta Barista Indonesia Lewat Latte Art Championship

Senin, 3 Oktober 2022 09:52 WIB
Flash Latte Art Championship 2022 di Hotel Aston, Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (2/10). (Foto: Qori/RM).
Flash Latte Art Championship 2022 di Hotel Aston, Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (2/10). (Foto: Qori/RM).

RM.id  Rakyat Merdeka - Flash Coffee menggali talenta barista muda Indonesia melalui kompetisi Flash LAC (Latte Art Championship). Kompetisi digelar sebagai ajang pencarian talenta baru yang bisa terus memajukan perkopian nusantara.

Managing Director Flash Coffee Indonesia Maxime Chaury mengatakan, kompetisi ini diselenggarakan untuk menyambut Hari Kopi Sedunia yang jatuh pada 1 Oktober. Kompetisi ini sebagai ajang pencarian talenta baru yang bisa terus memajukan perkopian nusantara.

“Bagi barista muda profesional yang belum pernah ikut kejuaran seni latte, Flash LAC bisa jadi ajang batu lompatan untuk menguji kemampuan dan kepercayaan diri. Dari ajang ini mereka bisa mendapatkan masukan berharga dari dewan juri yang sudah melanglang buana di berbagai kejuaraan tingkat nasional maupun internasional,” kata Max.

Baca juga : Peringati Hari Rabies Sedunia, Kementan Vaksinasi Hewan Gratis

Head Barista Flash Coffee Robby Firlian mengatakan, kultur kopi di Indonesia semakin kuat dalam beberapa tahun terakhir. Lewat ajang Flash LAC, dirinya harap komunitas barista Indonesia jadi semakin maju dan masyarakat umum terpancing untuk tahu lebih banyak tentang dunia perkopian

Robby mengatakan, kali ini ada 24 kontestan yang ikut dalam kejuaran. 18 peserta adalah pemenang audisi yang dilakukan secara daring oleh para juri. Tiap peserta ditantang mendokumentasikan keahliannya dalam membuat secangkir latte art dan diunggah ke media sosial. Sementara enam peserta lain merupakan pemenang kompetisi latte art internal Flash Coffee.

Babak pertama 1 vs 1 Basic Pattern Battle, peserta diadu untuk membuat pola dasar seni latte. 12 pemenang terbaik berhak melaju ke babak kedua 1 vs 1 Pattern From Juries Battle, mereka akan saling berhadapan untuk menirukan pattern seni latte yang dibuat oleh dewan juri.

Baca juga : Kejuaraan Dunia 2022, Tim Indonesia Gelar Latihan Perdana

Enam pemenang tersisa akan bertarung dalam babak final yaitu Free Pouring Final Battle, para kontestan harus membawa foto pola seni latte mereka sendiri dan membuat pola tersebut seakurat mungkin.

Ada lima poin penilaian juri dalam perlombaan ini; pertama, harmoni dan posisi pola di dalam cangkir. Pola dalam ukuran yang sempurna sesuai dengan cangkir dan tepat berada di tengah. Kedua, kualitas visual foam yang halus, mengkilap, berkilau, dan tanpa gelembung.

Ketiga, kontras antara berbagai bahan. Pola harus tegas dan bersih serta semakin baik jika lebih banyak white foam dan cream lebih gelap. Keempat, kemiripan pola. Dan kelima, kreativitas pola yang diukur dari segi kesulitan, orisinalitas, dan keunikan.

Baca juga : Beyond 360 Indonesia Menyediakan Layanan Virtual Tour 3 Dimensi

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.