Dark/Light Mode

Satu-satunya Srikandi BUMN Raih RM Award 2022

Di Tangan Nicke, Pertamina Sukses Lewati Triple Shocks

Jumat, 7 Oktober 2022 07:30 WIB
Direktur Utama Nicke Widyawati saat menerima penghargaan RM Award 2022 di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Rabu (28/9) malam. (Foto: Dwi Pambudo/RM).
Direktur Utama Nicke Widyawati saat menerima penghargaan RM Award 2022 di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Rabu (28/9) malam. (Foto: Dwi Pambudo/RM).

RM.id  Rakyat Merdeka - Orang nomor satu di PT Pertamina (Persero), Nicke Widyawati, berhasil meraih anugerah Rakyat Merdeka Award 2022 sebagai Tokoh Ketahanan Energi Nasional. Salah satu indikator keberhasilannya, mampu menangani triple shocks pada masa pandemi Covid-19.

Sebagai informasi, ajang RM Award yang bertajuk Indonesia Pulih dan Bangkit, merupakan bentuk apresiasi atas hasil kerja keras, sumbangsih jasa, pemikiran, dan perjuangan yang berat dari sejumlah tokoh saat menghadapi masa-masa sulit dan krisis global akibat pandemi, selama dua tahun terakhir.

Selama pandemi Covid-19, Pertamina mampu bekerja dengan sangat baik. Bahkan saat puncak pertama pandemi yang terjadi pada Juli 2020, ketika pertama kali dilakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Pertamina di bawah kepemimpinan Nicke tetap mampu mendistribusikan BBM (Bahan Bakar Minyak) ke seluruh pelosok negeri demi menjaga ketahanan energi nasional.

Baca juga : Bos BTN Makin Semangat Atasi Backlog Perumahan

Seiring terkendalinya kasus Covid-19 dan kembalinya kehidupan masyarakat menuju normal, kebutuhan energi kembali meningkat. Pertamina pun tetap mampu mempertahankan kinerja baik dalam menjaga ketahanan energi nasional untuk mendukung Indonesia pulih dan bangkit.

Berkat tangan dingin Nicke, Pertamina juga terus bertransformasi. Menjawab kebutuhan dunia akan energi bersih, Pertamina telah menetapkan program transisi energi sebagai prioritas utama perusahaan.

Pertamina juga telah memainkan peran penting dalam memimpin transisi industri energi Indonesia, dengan menargetkan bauran energi dan pengurangan emisi. Pertamina menargetkan penurunan emisi gas rumah kaca yang lebih komprehensif sebesar 30 persen sebelum 2030.

Baca juga : Jokowi: Dengan Sinergi, Kita Mampu Tumbuh Lebih kuat

Selain itu, Pertamina akan memprioritaskan pengembangan Energi Baru dan Terbarukan (EBT) untuk mengatasi permasalahan lingkungan, yang sejalan dengan Bauran Energi Indonesia pada 2030.

Pertamina juga telah mengembangkan energi yang ramah lingkungan dan berkelanjutan, yang dilakukan dalam 8 inisiatif strategis. Yaitu pengembangan kilang hijau, pengembangan bioenergi, komersialisasi hidrogen, gasifikasi, inisiasi ekosistem baterai dan penyimpanan energi terintegrasi. Serta peningkatan kapasitas terpasang panas bumi.

Lulusan Teknik Industri Institut Teknologi Bandung (ITB) tahun 1991 ini berterima kasih atas penghargaan yang diterimanya. Ia berusaha meyakinkan diri serta Pertamina, untuk lebih memantapkan lagi langkah dan semangat dalam mengabdi kepada negara. Terutama dalam menghadapi tantangan energi. Di mana semua menyadari adanya perfect storm saat pandemi Covid-19.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.