Dark/Light Mode

Gelar Pertamina Eco Run Fest 2022

Nicke Kampanye Net Zero Emission Dan Hidup Sehat

Senin, 28 November 2022 07:30 WIB
Direktur Utama PT Pertamina Nicke Widyawati (kedua kiri) bersama Direktur Rakyat Merdeka Ratna Susilowati (kanan) mengikuti lomba lari Pertamina Eco Run Fest di Istora Senayan, Jakarta, kemarin. Pertamina menggelar Eco Run Fest 2022 dengan empat kategori, yaitu 1,5 kilometer (km), 5 km, 10 km, dan 21 km yang diikuti 8.000 peserta. (Foto: Patrarizki Syahputra/RM).
Direktur Utama PT Pertamina Nicke Widyawati (kedua kiri) bersama Direktur Rakyat Merdeka Ratna Susilowati (kanan) mengikuti lomba lari Pertamina Eco Run Fest di Istora Senayan, Jakarta, kemarin. Pertamina menggelar Eco Run Fest 2022 dengan empat kategori, yaitu 1,5 kilometer (km), 5 km, 10 km, dan 21 km yang diikuti 8.000 peserta. (Foto: Patrarizki Syahputra/RM).

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Pertamina (Persero) kian meneguhkan komitmennya dalam menciptakan sustainability living dan industri energi hijau. Misalnya, dengan terus menekan penggunaan bahan bakar karbon.

Selain itu, Pertamina juga aktif mengedukasi masyarakat soal sustainabilty living. Salah satunya melalui gelaran Pertamina Eco Run Fest 2022.

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati menegaskan, sebagai perusahaan yang concern terhadap bisnis minyak dan gas, pihaknya mengajak masyarakat peduli dan siap menghadapi tantangan climate change. Baik secara nasional maupun internasional.

Baca juga : Prodia Healthy Fun Festival Ajak Publik Pertahankan Gaya Hidup Sehat  

“Kita harus membuat kemandirian dan ketahanan energi nasional. Mengedukasi masyarakat, memulai dari hal yang sederhana,” kata Nicke, saat acara Pertamina Eco Run Fest 2022 di Istora Senayan, Jakarta, kemarin.

Misalnya, sambung Nicke, yang bisa dilakukan hari ini yaitu sadar sampah. Buang sampah sesuai kategorinya. Sudah disiapkan tempat-tempat sampah sebagai pemilah. Sampah dari kegiatan ini akan dipilah dan diolah, sehingga semaksimal mungkin sampah dapat didaur ulang kembali atau dijadikan kompos dan lainnya.

Alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) ini mengatakan, dalam memberikan kontribusi penurunan karbon, Pertamina melakukan konsep reuse dan recycle. Yang selama ini menjadi sampah, dikumpulkan dan diolah kembali menjadi barang-barang lain yang bermanfaat.

Baca juga : Cleo Smart Run 2022, Ajak masyarakat Lakukan Gaya Hidup Sehat Baru

“Untuk sampah basah, bisa diolah menjadi pupuk kompos. Plastik diolah menjadi barang-barang seperti tas, case handphone, holding tumbler dan lainnya. Bahkan, kami sudah mengolah sampah plastik menjadi Bahan Bakar Minyak (BBM),” sebut Nicke.

Menurut Nicke, hal ini selaras dengan aspirasi Pertamina untuk mencapai Net Zero Emission (NZE) 2060, yang antara lain dijalankan melalui dekarbonisasi kegiatan usaha Pertamina Group.

Seperti, penangkapan dan penyimpanan karbondioksida yang digunakan kembali untuk meningkatkan produksi energi. Juga penggunaan energi bersih dan efisien di wilayah-wilayah operasi Pertamina.

Baca juga : Perhutani Dukung Target Net Zero Emission Dengan Perdagangan Karbon

Pertamina juga gencar mendorong energi rendah karbon dan energi baru terbarukan. Seperti bahan bakar nabati, panas bumi, dan hidrogen.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.