Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Dirut MIND ID Jalankan Strategi Jitu Hilirisasi Tambang
Jumat, 9 Desember 2022 09:18 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Holding BUMN Pertambangan, Mining Industry Indonesia (MIND ID), memiliki sejumlah tugas dalam mengelola komoditas tambang milik Indonesia.
Terkait hal ini, Direktur Utama MIND ID, Hendi Prio Santoso mengatakan, MIND ID memiliki mandat mengembangkan bisnis hilirisasi komoditas tambang dari beberapa perusahaan tambang pelat merah. Seperti Freeport Indonesia, Inalum, Timah, Antam, Bukit Asam.
"Kami berperan penuh dalam hilirisasi produk tambang seperti emas, tembaga, batu bara, bijih nikel, bijih timah, bauksit, untuk memberikan leverage nilai tambah yang maksimal," kata Hendi, Kamis (8/12).
Dalam menjalankan hilirisasi, MIND ID berpegang teguh pada lima strategi utama.
Pertama, produksi dengan memaksimalkan eksplorasi dan pertumbuhan produksi pertambangan.
Baca juga : Perkuat Perbankan Syariah, UUS Hasil Spin Off Disarankan Merger
Kedua, menggunakan konsep smart mining. Meningkatkan daya saing biaya, dengan memaksimalkan platform digital.
Konsep smart mining ini diharapkan mampu mendorong optimalisasi pertambangan. Melalui implementasi teknologi terkini seperti artificial intelligence (AI), internet of things (IoT), machine learning, juga big data yang bisa memaksimalkan kegiatan sektor pertambangan.
"MIND ID juga memaksimalkan pengelolaan hilirisasi, dengan cara mengoptimalkan Project Management Officer (PMO). PMO difungsikan untuk meningkatkan peran penting MIND ID dalam memonitoring dan melakukan akselerasi proyek strategis berkualitas tinggi," kata Hendi.
Tidak berhenti di situ, MIND ID menerapkan ekspansi industri hilir. Salah satunya, dengan mengembangkan ekosistem kendaraan listrik alias electric vehicle (EV).
Di samping pembenahan portofolio melalui penelitian dan pengembangan, yang tentunya juga ditujukan untuk mengoptimalkan portofolio MIND ID di sektor pertambangan.
Baca juga : DPR: Siapkan Strategi Agar Hilirisasi Nikel Tetap Jalan
Program penelitian dan pengembangan yang dilakukan MIND ID, akan berdampak positif terhadap kinerja perusahaan.
Di sisi lain, MIND ID juga membidik sektor kendaraan listrik. Mengingat produk hilirisasi nikel, alumunium, tembaga, timah dan lainnya menjadi backbone bahan baku produksi kendaraan listrik.
Batasi Impor Olahan Timah dan Bauksit
Selain strategi jitu yang telah disiapkan, MIND ID juga tengah meminta pemerintah membatasi impor produk olahan dari timah seperti solder. Dan olahan bauksit semisal aluminium.
Ini penting untuk mendorong penyerapan produk hilirisasi di dalam negeri.
Baca juga : Pintar Manfaatkan Medsos, Strategi Menteri Erick Moncer Gaet Pemilih Milenial Dan Gen Z
Menurutnya, langkah pemerintah yang masih membuka pintu impor untuk komoditas hilirisasi di dalam negeri, berpotensi menghambat proses hilirisasi MIND ID.
"Contohnya aluminium. Kami ingin sekali menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Tapi, kegiatan impor aluminium masih masuk ke Indonesia," ujar Hendi.
Selain meminta pemerintah membatasi pintu impor terhadap sejumlah produk olahan lanjutan dari timah dan bauksit, Hendi berharap, pemerintah juga memberikan insentif energi primer untuk bahan bakar pabrik pengolahan mineral atau smelter.
"Kami juga ingin, energi primer bisa tersedia dengan harga insentif khusus. Seperti yang dilakukan Kementerian ESDM, terhadap industri keramik dan lainnya," pungkas Hendi. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya