Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
BRI Dinobatkan Jadi Bank Kontribusi Deviden Terbaik ke Negara
Senin, 12 Desember 2022 14:31 WIB
Sebelumnya
Sunarso mengungkapkan, pihaknya memiliki empat strategi kunci untuk mempertahankan kinerjanya. Pertama, kejelasan sumber pertumbuhan baru melalui Holding Ultra Mikro. Kemudian harus memiliki kecukupan modal.
Adapun saat ini BRI memiliki Capital Adequacy Ratio (CAR) mencapai sebesar 24 persen, dan persentase tersebut sangat kuat mengingat untuk mencapai minimum requirement yang comply dengan Basel III hanya dibutuhkan sekitar 17,5 persen.
Baca juga : Jokowi Tetap Urus Negara
Selanjutnya adalah harus memiliki kecukupan likuiditas. Adapun Loan to Deposit Ratio (LDR) BRI baru sebesar 88,92 persen. Oleh sebab itu, kata dia, perseroan berkomitmen mendorong pertumbuhan kredit supaya LDR mencapai level optimal di sekitar 90 sampai 92 persen.
Terakhir adalah adalah kualitas dari pertumbuhan. Terkait dengan sumber pertumbuhan baru dan pemberdayaan UMKM melalui Holding Ultra Mikro, ekosistem ultra mikro semakin mendorong kinerja, baik dari sisi penyaluran kredit maupun juga liabilitas.
Baca juga : BPIP Sosialisasikan Nilai Pancasila Lewat Musik Di Universitas Mataram
"BRI berterima kasih atas apresiasi ini. Menjadi BUMN yang dinobatkan sebagai penyumbang dividen terbesar menjadi kebanggaan tersendiri. Hal ini menjadikan inspirasi dan motivasi bagi BRI untuk menghasilkan kinerja yang lebih baik lagi ke depan," ujar Sunarso.
Melalui strategi dan didukung pengelolaan modal yang baik, Sunarso optimistis ke depan BRI akan mampu terus menciptakan nilai memberikan return optimal kepada stakeholder dan pemegang saham. Bahkan dalam 3-4 tahun ke depan, BRI memiliki potensi untuk membagikan deviden payout ratio lebih tinggi dari kondisi normal.
Baca juga : BPIP Matangkan Kebijakan Internalisasi Dan Institusionalisasi Pancasila
"Sebagai contoh tahun 2022, BRI membayarkan 85 persen dari Net Profit tahun 2021 kepada shareholders sebagai deviden. Pembayaran deviden tersebut naik signifikan dibandingkan dengan tahun buku 2020, yakni 65 persen," katanya.
Sebagai informasi, dalam acara ini diberikan apresiasi atas prestasi BUMN dalam 4 Kategori. Yaitu deviden untuk negara, ketahanan pangan, penugasan pandemi Covid-19, dan pengembangan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya