Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Dapat Kucuran PMN
KAI Cs Didorong Garap Angkutan Di Wilayah 3T
Selasa, 10 Januari 2023 07:30 WIB
Sebelumnya
Karena itu dia berpendapat, pembedaan tarif KRL bisa diterapkan. Seperti yang telah dilakukan Bus Trans Jateng dan Bus Trans Semarang, di mana ada pembedaan tarif untuk kelompok umum, pelajar, mahasiswa, buruh dan lansia.
“Sampai sekarang, ini cukup lancar dan tidak bermasalah. Makanya, nanti tarif KRL dapat dibedakan atau tidak, tergantung kemauan politik Pemerintah, dan ketersediaan anggaran yang ada,” katanya.
Ia menegaskan, bila pembeda tarif KRL bisa diterapkan, maka estimasinya dalam setahun ada lebih dari 100 hari di akhir pekan dan hari libur.
Baca juga : Santri Dukung Ganjar Gelar Sunat Massal Di Ciamis
“Jika dikurangi subsidinya, dapat menghemat sepertiga. Nah, anggaran yang dihemat itu dapat dialihkan untuk subsidi angkutan umum feeder dari kawasan perumahan menuju stasiun,” usul Djoko yang juga Akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata.
Di kesempatan berbeda, Menteri BUMN Erick Thohir menegaskan, kereta api harus menjadi backbone transportasi di dalam negeri, selain jalan tol.
Karena itu, perlu dukungan untuk mendorong penguatan industri kereta api. Selama ini Pemerintah telah memberikan subsidi pada harga tiket kereta. Seiring pertumbuhan ekonomi saat ini, kata dia, tiket kereta non subsidi bukanlah hal yang mustahil.
Baca juga : Pariwisata Lebih Bergairah
Erick bilang, pada dasarnya kereta api itu konsepnya Pemerintah untuk meringankan beban masyarakat. “Tapi saya yakin, seiring pertumbuhan ekonomi kita, naik kereta akan jadi feasible dan lebih efisien daripada naik mobil, ini yang kita coba,” katanya, di Jakarta, Senin (2/1).
Karena itu, pihaknya akan mempelajari titik-titik atau daerah mana saja yang bisa dikembangkan ke depannya untuk transportasi kereta api.
Termasuk jalur kereta api cepat. Terlebih, kementerian terkait juga sudah buka suara untuk memperpanjang jalur kereta api cepat yang saat ini baru dari Jakarta ke Bandung, Jawa Barat. Nantinya, akan tersambung sampai ke Surabaya.
Baca juga : Jokowi Happy, Investor Pasar Modal RI Didominasi Anak Muda, 50 Persen Di Bawah 30 Tahun
Ia menilai, keberadaan kereta akan lebih feasible ketimbang kendaraan pribadi, khususnya untuk perjalanan jarak menengah dan jauh.
“Memang di mana-mana itu harus seperti di Jepang, di China, kereta cepat harus ada jarak menengah dan jauh,” tutup mantan bos Inter Milan ini. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya