Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Capai Target Net Zero Emission 2060
PLN Pastikan Tak Ada PLTU Batubara Baru
Senin, 13 Februari 2023 09:52 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT PLN komitmen mewujudkan target Net Zero Emission (NZE) tahun 2060. Sebagai perusahaan listrik terbesar di Asia Tenggara yang turut berkontribusi pada efek rumah kaca, PLN terus bertransformasi menuju energi bersih dengan memanfaatkan sumber energi baru terbarukan.
"Kita sedang menghadapi krisis terbesar abad ini. Pemanasan global. Karena setiap daging yang kita konsumsi menghadirkan karbon dioksida. Setiap liter minyak, setiap KWH listrik menghasilkan gas rumah kaca. Aktivitas seluruh penduduk bumi berkontribusi," ingat Kamia Handayani, EVP Energy Transition and Sustainability PT PLN saat menjadi pembicara kunci pada National Energy, Climate, and Sustainability Competition (NECSC) 2023 di Universitas Indonesia (UI), Depok, Jawa Barat, Minggu (12/2).
Dikatakan, PLN memang memiliki kontribusi terhadap efek rumah kaca. Pada kondisi business as usual, lanjutnya, efek gas rumah kaca akan terus terjadi dan tak akan ada perubahan.
Tetapi jika memakai skenario alternatif, maka emisi aktif lebih dari 1 milyar ton diharapkan menjadi nol pada 2060. Skenario yang dimaksud adalah berfokus pada clean energy.
Baca juga : Kalapas Palu Pastikan Tak Ada Pengendalian Narkoba Dari Dalam Lapas
Untuk mencapai Net Zero Emission, ada sejumlah strategi yang PLN lakukan. Seperti strategi jangka pendek, yakni bagaimana PLN mencapai target NZE di 2030. Kemudian strategi long term di atas 2030 supaya mencapai NZE di 2060.
"Shifting dari pembangkit listrik berbasis fuel ke pembangkit listrik yang berbasis sumber energi bersih dan rendah karbon," sebutnya.
Dalam peraturan Kementerian ESDM, 50 persen sumber pembangkit listrik harus dari energi terbarukan sampai 2030. Sisanya bersumber dari pipe line project yang sudah dalam tahap kontruksi, perizinan, dan mendapat pendanaan yang tak bisa dibatalkan.
"Tetapi tidak akan ada pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) batubara yang baru," tuturnya.
Baca juga : DPP PPP Siapkan Jurus Bedah Dapil Bareng DPW
Sedangkan untuk jangka panjang, PLN akan fokus pada sumber energi terbarukan. Untuk sumber energi yang sifatnya sepanjang waktu, seperti geotermal dan PLTA, di atas 2030 akan mulai ditinggalkan dan akan fokus pada pembangkit yang berbasis renewable energy.
"Seperti pembangkit listrik terbarukan yang memiliki karakter intermitten, yang tidak sepanjang waktu digunakan. Seperti tenaga matahari yang paling banter peak-nya selama 4 jam dalam sehari," ungkapnya.
Strategi ini, lanjutnya, harus didukung infrastruktur lainnya seperti baterai storage, dan interkoneksi antarpulau. Atau jaringan transmisi yang menyalurkan listrik.
Diungkapkan, saat ini jaringan hanya terkoneksi di Jawa, Madura, dan Bali. Ke depan, PLN akan mengkoneksikan transmisi ke Sumatera, Kalimantan, dan Nusa Tenggara. Supaya ada evakuasi energi terbarukan dari luar pulau Jawa.
Baca juga : Targetkan Net Zero 2060, Kementerian ESDM Genjot PLTS Atap di Jababeka
"Karena memang center of demand energi terbarukan terbanyak di Pulau Jawa," tambahnya.
Dia mengingatkan, potensi Energi Baru Terbarukan di Jawa lama-lama bakalan habis. Di Jawa, untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) lahan juga semakin berkurang.
Padahal, di Sumatera dan Kalimantan, ada potensi hydro energi yang besar. Sementara di Nusa Tenggara, juga punya potensi PLTS yang besar yang bisa dimanfaatkan dan dievakuasi ke Jawa. "Kita secara bertahap akan melakukan strategi ini semua untuk menuju Net Zero Emission," tandasnya. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya