Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Zaskia Adya Mecca, Turun Langsung Padamkan Karhutla
- Chelsea Vs Tottenham Hotspur, Derby Sarat Kepentingan
- Moto3 Australia, Veda Ogah Ngotot Di Phillip Island
- KBRI Paris Minta WNI Waspadai Demo Lanjutan di Prancis: Perhatikan Jam Malam
- Polda Metro Ciduk Dua Tersangka Pengiriman 26 Jeriken Merkuri Ke Burkina Faso
Buka Pameran Otomotif IIMS 2023
Jokowi Dorong Produsen Mobil Bidik Pasar Ekspor
Jumat, 17 Februari 2023 06:45 WIB
Sebelumnya
Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Djoko Setijowarno menilai, kemacetan memang disebabkan jumlah kendaraan pribadi yang lebih banyak daripada transportasi umum.
Menurutnya, kebijakan antara kementerian banyak yang tidak sinkron. Kementerian Perindustrian misalnya, hanya melihat sisi ekonomi. Sedangkan Kementerian Perhubungan, selalu melihat sisi keselamatan.
Baca juga : Bamsoet Dorong Pertumbuhan Industri Kendaraan Listrik Indonesia
“Keselamatan harusnya lebih utama dari ekonomi, ini yang sebenarnya mulai dipikirkan,” ujar Djoko.
Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraaan Bermotor Indonesia (Gaikindo), produksi mobil di Indonesia sepanjang tahun lalu 1.470.146 unit atau tumbuh 31 persen dibandingkan 2021 yang 1.121.967 unit.
Baca juga : Buka IIMS 2023, Jokowi Dorong Industri Otomotif Genjot Ekspor
Ekspor mobil juga naik, baik dalam bentuk Completely Built Up (CBU) maupun Completely Knock Down (CKD).
Ekspor mobil CBU mencapai 473.602 unit, naik 60,7 persen dibanding 2021 sebesar 294.639 unit. Sementara, ekspor CKD 596.541 unit atau tumbuh 5 persen dibanding 2021 sebesar 91.964 unit.
Baca juga : Ini Jurus Kemenperin Dorong Produk Olahan Agro Tembus Pasar Eropa
Untuk motor, data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia menyebut, ekspor pada 2022 sebanyak 743.551 unit yang disumbang segmen skuter 67,12 persen, underbone 11,37 persen dan sport bike 21,51 persen. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya