Dark/Light Mode

Antisipasi Lonjakan Harga Jelang Ramadan & Lebaran

Pemerintah Pelototin Betul Urusan Pangan

Minggu, 26 Februari 2023 06:45 WIB
Presiden Jokowi saat mengisi Rakernas APPSI 2023 di Balikpapan, Kamis (23/02/2023). (Foto : Biro Pers Sekretaris Kepresidenan).
Presiden Jokowi saat mengisi Rakernas APPSI 2023 di Balikpapan, Kamis (23/02/2023). (Foto : Biro Pers Sekretaris Kepresidenan).

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Jokowi meminta Pemerintah Daerah (Pemda) mengantisipasi lonjakan harga pangan, meski saat ini sebagian besar harga masih normal. Komoditas harga pangan harus dikontrol karena menjadi faktor terbesar inflasi di Indonesia.

Jokowi mengatakan, inflasi pada bulan lalu (Januari), hampir 50 persen dipengaruhi kenaikan harga beras.

“Karena itu, dipantau dan dijaga betul pangan kita, beras kita, pasti­kan betul itu cukup di daerah masing-masing,” tegas Jokowi saat membuka Rapat Kerja Nasional Asosiasi Pemerintah Provinsi Se­luruh Indonesia (Rakernas APPSI) di Balikpapan, Kalimantan Timur, Kamis (23/2).

Baca juga : Tips Menulis Surat Lamaran Kerja Yang Baik & Benar Bagi Pemula

Mantan Gubernur DKIJakarta itu pun tidak hanya duduk manis menerima laporan dari bawa­hannya. Diakui Jokowi, dalam setiap kunjungan kerja ke daerah, dirinya selalu menyempatkan diri ke pasar. Salah satunya memantau komoditas pangan, baik dari aspek ketersediaan maupun harganya.

“Saya ingin kita memiliki sense yang sama mengenai urusan pangan. Jangan nanti sudah kejadian barangnya nggak ada, karena produknya nggak kita kontrol, baru semuanya teriak,” ucap Jokowi.

Senada, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani juga me­wanti-wanti lonjakan harga pangan terjadi saat Ramadan dan Lebaran.

Baca juga : Pemerintah Siapkan Jurus Tekan Inflasi

“Hari besar nasional juga men­jadi perhatian (utamanya Rama­dan dan Idul Fitri) karena pada saat ini terjadi lonjakan permintaan (bahan pangan) yang sangat tinggi,” kata Sri Mulyani dalam akun Instagram pribadinya @smindrawati, Selasa (22/2).

Oleh karena itu, dukungan fiskal melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) terus dijaga Pemerintah.

Wanita yang akrab di sapa Ani itu mengatakan, Pemerintah telah menggelontorkan dana Rp 104,2 triliun melalui Kemen­terian/Lembaga (K/L) untuk menjaga ketahanan pangan.

Baca juga : Mak Ganjar Tanam Ratusan Pohon Cabe Di Pasar Minggu

Selain itu, akselerasi imple­mentasi lumbung pangan, per­luasan kerja sama antardaerah, serta pengelolaan data keterse­diaan pangan juga jadi jurus Pemerintah untuk menjaga ketersediaan pangan.

Selain anggaran ketahanan pangan, lanjut Ani, APBN juga dialokasikan dalam bentuk ang­garan perlindungan sosial, ang­garan subsidi dan kompensasi energi, dan infrastruktur. Selu­ruh alokasi itu untuk menunjang upaya pengendalian inflasi.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.