Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Pariwisata & Ekonomi Meningkat, Kemenparekraf Targetkan 7.4 Juta Wisman Di 2023
Selasa, 28 Februari 2023 21:02 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pasca dicabutnya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) terkait pandemi Covid-19 pada 30 Desember 2022 oleh Pemerintah, mendorong industri pariwisata dan industri ekonomi kreatif kembali bangkit.
Peningkatan telah mulai dirasakan per Januari 2022 dengan adanya pertumbuhan perjalanan wisata global ke Indonesia sebesar 152 persen dibanding Januari 2021. Jumlah wisatawan mancanegaranya mencapai 5,47 juta orang.
“Nilai devisanya mencapai 6,73 miliar dolar Amerika Serikat,” kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno dalam Forum Wisata secara virtual di Jakarta, Selasa (28/2).
Baca juga : F1Powerboat Sukses, Kemenparekraf Mau Perbanyak Event Internasional Di Danau Toba
Sandi hadir secara virtual dan berbicara dari kereta Panoramic dalam perjalanan menuju Cirebon, Jawa Barat (Jabar).
Diketahui, pandemi Covid-19 berdampak buruk pada industri pariwisata. Pada 2020 telah terjadi penurunan pergerakan sekitar satu miliar wisatawan internasional di seluruh dunia. Angka ini sekitar 72 persen dari jumlah wisatawan sebelum pandemi 2019.
Di Indonesia pada 2020, wisatawan mancanegara yang masuk hanya sekitar 4 juta orang. Itu hanya sekitar 25 persen dibandingkan tahun 2019.
Baca juga : Genjot Industri Event, Menparekraf Dukung Gelaran IVES 2023
“Di Indonesia, ini berdampak pada puluhan juta orang yang nafkah hidupnya tergantung kepada industri pariwisata,” ujarnya.
Sandi mengatakan, target kedatangan wisatawan mancanegara (Wisman) untuk 2023 sekitar 7,4 juta orang. Dari tenaga kerja di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif diharapkan akan tumbuh 4 juta tenaga kerja baru, dibandingkan 2,89 juta tenaga kerja yang sudah ada pada 2022.
Jumlah wisatawan Nusantara tahun lalu juga tumbuh cukup besar, yakni 16,5 persen. Jumlahnya mencapai 703 juta perjalanan. Pada 2023 targetnya cukup ambisius dan membutuhkan usaha yang luar biasa, yakni 1,4 miliar perjalanan.
Daya saing dan indeks pembangunan kepariwisataan Indonesia saat ini sebut Sandi, nomor dua di ASEAN, masih di bawah Singapura. Akselerasi pemulihan sektor pariwisata dilakukan melalui inovasi, adaptasi dan kolaborasi.
Menurutnya, tahun 2022-2023 adalah tahun recovery pariwisata Indonesia. “Tahun 2024 kita targetkan menjadi awal tahun pertumbuhan,” yakinnya.
Sandi melanjutkan, momentum kebangkitan pariwisata global menjadi peluang mengembangkan potensi wisata lokal dan ekonomi kreatif Indonesia meningkatkan performa yang dampak lanjutannya adalah memperbesar peluang usaha dan lapangan kerja.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya