Dark/Light Mode

Quick Count by Litbang Kompas
Anies & Muhaimin
25.23%
Anies & Muhaimin
Prabowo & Gibran
58.47%
Prabowo & Gibran
Ganjar & Mahfud
16.30%
Ganjar & Mahfud
Waktu Update 20/02/2024, 00:17 WIB | Data Masuk 100%

Lonjakan Harga Pangan Dan Transportasi Picu Inflasi Di Ibu Kota

Selasa, 2 Mei 2023 20:54 WIB
Penumpang pesawat terbang saat keluar meninggalkan Bandara di Pintu Kedatangan Domestik Terminal 1 Bandara Soekarno Hatta Tangerang, Banten, Rabu (26/04/2023). Puncak arus balik Bandara Soetta, mengalami kenaikan jumlah penumpang mencapai 70 persen, kepadatan penumpang terjadi dikarenakan Kamis (27/04/2023) banyak yang sudah beraktivitas kembali. Terpantau penumpang kebanyakan tiba dari 5 destinasi favorit, yaitu, Medan, Bali, Makassar, Surabaya dan Padang. (Foto: Randy Tri Kurniawan/RM)
Penumpang pesawat terbang saat keluar meninggalkan Bandara di Pintu Kedatangan Domestik Terminal 1 Bandara Soekarno Hatta Tangerang, Banten, Rabu (26/04/2023). Puncak arus balik Bandara Soetta, mengalami kenaikan jumlah penumpang mencapai 70 persen, kepadatan penumpang terjadi dikarenakan Kamis (27/04/2023) banyak yang sudah beraktivitas kembali. Terpantau penumpang kebanyakan tiba dari 5 destinasi favorit, yaitu, Medan, Bali, Makassar, Surabaya dan Padang. (Foto: Randy Tri Kurniawan/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Inflasi di Ibu Kota pada April 2023 tercatat naik sebesar 0,36 persen dibanding bulan sebelumnya lantaran dipicu kenaikan harga pangan dan tarif moda transportasi pada arus mudik dan balik Lebaran 2023.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), realisasi inflasi Jakarta yang saat ini memiliki share 26,98 persen terhadap nasional, pada bulan April 2023 tercatat sebesar 0,40 persen mtm (month to month), meningkat dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 0,36 persen mtm sejalan dengan meningkatnya permintaan masyarakat pada periode HBKN Idul Fitri.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta Arlyana Abubakar menjelaskan, secara tahunan inflasi Jakarta tetap terjaga rendah sebesar 3,69 persen yoy (year on year) dan masih dalam kisaran sasaran yang ditetapkan 3 persen±1 persen yoy. Inflasi tersebut juga lebih rendah dibandingkan inflasi nasional 4,33 persen yoy.

Baca juga : Relawan Ganjar Gelar Penyuluhan Dan Bagikan Bibit Untuk Petani Di Gowa

"Tekanan inflasi pada April 2023 terutama bersumber dari kenaikan harga pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau, kelompok transportasi, serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya," jelasnya dalam keterangan tertulis, Selasa (2/5).

Dari sisi kelompok makanan, minuman, dan tembakau, pada April 2023 tercatat mengalami inflasi sebesar 0,52 persen mtm sehingga menyumbang 0,12 persen terhadap inflasi Jakarta. Inflasi pada kelompok tersebut terutama bersumber dari kenaikan harga pada komoditas daging ayam ras dan telur ayam ras didorong oleh peningkatan harga pakan serta permintaan masyarakat yang tinggi pada Bulan Ramadhan dan Idul Fitri 2023.

Sementara itu, kelompok transportasi mengalami inflasi sebesar 0,76 persen mtm sehingga memberikan andil 0,09 persen terhadap inflasi Jakarta. Inflasi pada kelompok ini terutama didorong oleh kenaikan tarif berbagai moda transportasi yaitu tarif angkutan udara, angkutan antar kota, dan kereta api sejalan dengan arus mudik HBKN Idul Fitri 2023.

Baca juga : Erick: Tanpa Harmoni, Tak Mungkin Ada Transformasi BUMN

Adapun pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya juga mengalami peningkatan inflasi sehingga menyumbang 0,06 persen terhadap inflasi Jakarta, yang utamanya didorong oleh kenaikan harga emas perhiasan sejalan dengan masih tingginya harga emas global dan tingginya permintaan terhadap emas perhiasan pada periode HBKN Idul Fitri.

Laju inflasi Jakarta yang masih terjaga tersebut didukung oleh sinergi, kolaborasi serta koordinasi yang dilakukan oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi DKI Jakarta, termasuk dalam rangka implementasi Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP). Selama April 2023, TPID Provinsi DKI Jakarta telah melakukan berbagai kegiatan dalam rangka pengendalian inflasi, yaitu:

Kunjungan pasar dalam rangka pemantauan stok dan harga, antara lain kunjungan bersama Presiden RI ke Pasar Rawamangun dan Johar Baru, serta kunjungan ke Perumda Dharma Jaya;

Baca juga : Mengulas Harga Gas Untuk Industri Domestik Indonesia

Kegiatan Pasar Murah/Operasi Pasar bersama, antara lain pangan bersubsidi di 336 titik yang dilaksanakan setiap hari, SPHP di 90 titik yang dilaksanakan setiap hari, serta operasi pasar murah yang diselenggarakan oleh BUMD Pangan dan DPPKUKM di 144 titik;

Talkshow Program Pengendalian Inflasi di dua saluran radio dalam rangka edukasi belanja bijak menjelang HBKN Idul Fitri 2023; serta Rapat koordinasi TPID mingguan dalam rangka pemantauan stok dan harga

Ke depan, sinergi dan kolaborasi antara Pemerintah Pusat dan Daerah dengan Bank Indonesia serta seluruh stakeholder terkait yang tergabung dalam TPID Jakarta akan terus diperkuat untuk memastikan strategi 4K (Ketersediaan Pasokan, Keterjangkauan Harga, Kelancaran Distribusi dan Komunikasi Efektif) dalam pengendalian inflasi dapat berjalan baik dan efektif agar inflasi Jakarta dapat tetap terkendali di sekitar sasaran yang telah ditetapkan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.