Dark/Light Mode

Hasil Rekapitulasi KPU
Pemilu Presiden 2024
Anies & Muhaimin
24,9%
40.971.906 suara
24,9%
40.971.906 suara
Anies & Muhaimin
Prabowo & Gibran
58,6%
96.214.691 suara
58,6%
96.214.691 suara
Prabowo & Gibran
Ganjar & Mahfud
16,5%
27.040.878 suara
16,5%
27.040.878 suara
Ganjar & Mahfud
Sumber: KPU

Perpi Dukung Digitalisasi Dan Jamin Keamanan Data Perusahaan

Rabu, 10 Mei 2023 08:33 WIB
Dari kiri: Head of Public Relation Perhimpunan Riset Pemasaran Indonesia (Perpi) Vika Indriyasari, Presiden/Ketua Perpi Rhesa Yogaswara, dan Sekjen Amalia Parrera (Foto: Perpi)
Dari kiri: Head of Public Relation Perhimpunan Riset Pemasaran Indonesia (Perpi) Vika Indriyasari, Presiden/Ketua Perpi Rhesa Yogaswara, dan Sekjen Amalia Parrera (Foto: Perpi)

RM.id  Rakyat Merdeka - Setelah pandemi Covid-19, digitalisasi berkembang pesat dan masuk ke berbagai sektor. Namun, kemajuan digital perlu mendapat perhatian, terutama pada jaminan kerahasiaan data, termasuk data perusahaan.

Demikian disampaikan Presiden Perhimpunan Riset Pemasaran Indonesia (Perpi) Rhesa Yogaswara, dalam diskusi bertema "Keamanan Data di Tengah Semaraknya Pertumbuhan Hacker, dalam Menjaga Ketahanan Bangsa dan Negara", di Jakarta, Selasa (9/5).

"Kemajuan digital sangat menguntungkan sektor ekonomi. Bagi Perpi, digitalisasi memudahkan kami untuk menjamin kerahasiaan data customer," ujarnya, seperti keterangan yang diterima redaksi, Rabu (10/5).

Baca juga : Pemerintah Dukung Penuh Peran Gereja Dalam Pembangunan Papua

Perpi merupakan asosiasi profesi riset pemasaran profesional yang terdiri dari perusahaan lokal dan multi nasional. Saat ini, lembaga yang berdiri sejak 2007 ini memiliki 45 anggota, yang merupakan perusahaan-perusahaan papan atas dan dinilai sebagai perusahaan berintegritas.

"Mengapa hanya 45 perusahaan sebagai anggota Perpi, karena kami memilih berdasarkan integritas perusahaan. Integritas ditentukan, salah satunya berdasarkan screening ketat yang kami lakukan," tutur Rhesa.

Syarat screening yang ditetapkan Perpi kepada perusahaan yang ingin menjadi anggota antara lain telah berdiri minimal 2 tahun dan konsisten berada di sektor riset. Konsistensi ini menunjukkan bahwa perusahaan tersebut serius membangun dunia riset nasional

Baca juga : Komisi II DPR Dukung KTP Digital, Minta Data Masyarakat Diproteksi Berlapis

"Calon anggota Perpi juga harus mampu memberikan informasi secara terbuka dan lugas kepada masyarakat. Satu lagi, ketika ingin masuk Perpi, perusahaan harus minta rekomendasi pada 2 perusahaan yang telah bergabung dalam Perpi," tambah Head of Public Relation Perpi Vika Indriyasari.

Rhesa menyebut, ketika sebuah perusahaan riset sudah menjadi anggota Perpi, perusahaan akan memiliki lebih banyak koneksi kepada asosiasi global dan pengakuan integritas perusahaan yang baik. Sampai saat ini, masih ada 20 perusahaan tengah masuk dalam antrean calon anggota Perpi.

"Semakin banyak perusahaan yang masuk dalam Perpi, berarti semakin besar komitmen pengusaha untuk memajukan bersama bidang usaha industri penelitian pemasaran yang dilakukan untuk kepentingan komersial," pungkas Rhesa.■

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.