Dark/Light Mode

Hasil Rekapitulasi KPU
Pemilu Presiden 2024
Anies & Muhaimin
24,9%
40.971.906 suara
24,9%
40.971.906 suara
Anies & Muhaimin
Prabowo & Gibran
58,6%
96.214.691 suara
58,6%
96.214.691 suara
Prabowo & Gibran
Ganjar & Mahfud
16,5%
27.040.878 suara
16,5%
27.040.878 suara
Ganjar & Mahfud
Sumber: KPU

Arsjad Yakin ASEAN Jadi Pusat Stabilitas Dan Ekonomi Dunia

Kamis, 11 Mei 2023 06:45 WIB
Ketua ASEAN-BAC Arsjad Rasjid bersama Presiden Jokowi di acara KTT ASEAN di Nusa Tenggara Timur/Ist
Ketua ASEAN-BAC Arsjad Rasjid bersama Presiden Jokowi di acara KTT ASEAN di Nusa Tenggara Timur/Ist

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua ASEAN Business Advisory Council (ASEAN-BAC) Arsjad Rasjid mengungkapkan, ASEAN akan menjadi pusat stabilitas dan ekonomi dunia pada tahun 2045.

Proses menuju arah tersebut akan dituangkan dalam roadmap demi mewujudkan ASEAN sebagai pusat pertumbuhan yang berinovasi menuju inklusivitas yang lebih besar. 

Seperti, memperkuat sentralitas, memanfaatkan solusi inovatif dan memberikan advokasi inklusivitas bagi peningkatan ketahanan wilayah.

“ASEAN-BAC bersama para mitra terus berinovasi dalam penyusunan roadmap, sehingga akan mewujudkan ASEAN sebagai kawasan yang stabil, damai dan menjadi pusat stabilitas dan ekonomi dunia pada tahun 2045," ujar Arsjad.

Hal itu disampaikannya dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN Ke-42, dalam sesi ASEAN Leaders’ Interface with Representatives of ASEAN Business Advisory Council di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (10/5).

Arsjad yang juga menjabat Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia itu mengungkapkan, berdasarkan hasil KTT ASEAN di Phnom Penh, Kamboja, Timor Leste, secara prinsip telah diterima sebagai anggota baru ASEAN. Roadmap keanggotaan penuh sedang dipersiapkan.

Baca juga : Lestari Ingatkan Stabilitas Nasional Topang Pertumbuhan Ekonomi

Sebagai mitra strategis, Pemerintah mewakili sektor bisnis regional, ASEAN-BAC terus berupaya menjadikan ASEAN sebagai kawasan yang menjunjung tinggi nilai-nilai inklusif bagi siapapun untuk terus bertumbuh bersama. 

“No one left behind, seluruh ASEAN akan tumbuh bersama tanpa terkecuali, untuk dapat menjadi bagian dalam perjalanan ASEAN sebagai pusat pertumbuhan ekonomi dunia," tegas Arsjad.

Selain itu, ASEAN-BAC juga konsisten memberikan berbagai masukan strategis dan umpan balik dari sektor swasta kepada para pemimpin ASEAN. Ini dalam rangka mendorong integrasi ekonomi regional yang lebih kuat, mempromosikan legasi proyek yang berdampak langsung, dan jangka panjang.  

Ditegaskan Arsjad, ASEAN-BAC juga terus mendorong untuk mewujudkan ekonomi kawasan yang sangat terintegrasi dan kohesif.

Kemudian, mendukung pertumbuhan ekonomi dengan meningkatkan perdagangan, investasi, dan penciptaan lapangan kerja, meningkatkan kapasitas kawasan untuk menyikapi tantangan dan perubahan global.

“Kami terus berupaya memajukan agenda pasar tunggal melalui komitmen yang tinggi di bidang perdagangan barang, dan melalui suatu penyelesaian efektif  hambatan non-tarif, integrasi lebih mendalam di bidang perdagangan jasa serta melalui pergerakan investasi, pekerja terampil, pelaku  usaha dan modal secara lebih lancar,” jelas Wakil Ketua ASEAN-BAC, Bernardino Vega. 

Baca juga : Jokowi Ingin ASEAN Jadi Pusat Pertumbuhan

ASEAN-BAC menyampaikan rekomendasi isu kepada Pemerintah seperti, transformasi digital, pembangunan berkelanjutan, ketahanan kesehatan, ketahanan pangan, serta fasilitas perdagangan dan investasi.     

Melalui isu yang ada dikembangkan berbagai legacy project seperti ASEAN QR Code, Marketplace Lending Platform, Wiki Entrepreneur, ASEAN Net Zero Hub, Carbon Center of Excellence, ASEAN One Shot Campaign, Inclusive Closed-Loop Model for Agricultural Productdan ASEAN Business Entity.

“Lima area fokus utama dan delapan legacy project ini yang memiliki relevansi signifikan dan berdampak luas bagi komunitas ASEAN. Ini yang pada akhirnya ASEAN-BAC dorong saat bertemu dengan para kepala negara ASEAN,” kata Gil Gonzales, Sekretariat ASEAN-BAC. 

Dalam pertemuan ini, representatif dari ASEAN-BAC bertemu dengan berbagai kepala negara ASEAN, yaitu Indonesia, Filipina, Kamboja, Laos, Vietnam, Sekretariat ASEAN, dan Timor Leste sebagai undangan.   

Beberapa kepala negara yang tidak dapat hadir diwakili oleh menteri-menterinya. Untuk kepala negara atau perwakilan dari Myanmar, tidak dapat hadir dalam pertemuan tersebut.

ASEAN Business Advisory Council (ASEAN-BAC) adalah organisasi non Pemerintah yang terdiri atas para pemimpin bisnis terkemuka dari seluruh negara anggota ASEAN.

Baca juga : Jokowi Ajak Parlemen ASEAN Perkuat Stabilitas Politik Dan Demokrasi

ASEAN-BAC bertujuan memperkuat hubungan bisnis di antara negara-negara ASEAN dan mempromosikan pertumbuhan ekonomi di seluruh kawasan, melalui promosi investasi, pertukaran informasi dan pengalaman bisnis, serta memperjuangkan kepentingan bisnis di tingkat regional dan internasional.

ASEAN-BAC juga berperan sebagai penghubung antara sektor bisnis dan pemerintah di seluruh ASEAN dan memberikan saran dan rekomendasi kepada Pemerintah tentang kebijakan ekonomi dan bisnis yang perlu diambil untuk memajukan ASEAN sebagai kawasan ekonomi yang kompetitif dan berkelanjutan.

Tema yang diusung ASEAN-BAC adalah ASEAN Centrality: Innovating Toward Greater Inclusivity.■

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.