Dark/Light Mode

Peneliti: Transformasi Sistem Pertanian Bantu Capai Ketahanan Pangan

Selasa, 20 Juni 2023 22:59 WIB
Ilustrasi Pertanian Modern. (Istimewa)
Ilustrasi Pertanian Modern. (Istimewa)

 Sebelumnya 
Penelitian yang dilakukan University of Queensland terhadap konsumen di Sumatera Utara menemukan lima atribut yang dianggap paling penting oleh konsumen yaitu, terbebas dari pestisida dan pupuk dari bahan kimia, menggunakan kemasan ramah lingkungan, diproduksi dengan limbah yang minimal dan sertifikat organik.

Perdagangan pangan internasional juga dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan ketahanan pangan. Kebijakan pangan proteksionis dapat berkontribusi pada peningkatan emisi gas rumah kaca akibat aktivitas pertanian yang tidak efisien.

Untuk menekan emisi dan memastikan stabilitas ketahanan pangan pemerintah juga perlu mendorong diversifikasi sumber pangan dan sistem pertanian.

Baca juga : Kembalikan Lahan Tambang!

Diperkirakan, penghapusan hambatan non-tarif atau non-tariff measures (NTM) pada komoditas pangan dan pertanian akan membantu menekan harga pangan di Indonesia, sehingga pengeluaran masyarakat untuk makanan juga akan berkurang.

Hal ini akan membantu keluarga untuk keluar dari kemiskinan. Penelitian CIPS menemukan, penghapusan NTM pada beras akan memberikan dampak yang cukup besar, yaitu 2,52 persen.

Sementara itu penghapusan NTM pada daging berkontribusi mengurangi kemiskinan sekitar 0,21 persen.

Baca juga : Penting Anda Tahu, 5 Makanan Ini Bisa Bantu Turunkan Tekanan Darah

Penelitian CIPS juga merekomendasikan dua hal yang bisa membantu meminimalisir dampak dari NTM.

Pertama, Kementerian Perdagangan sebaiknya meninjau kembali NTM yang ada dengan mengidentifikasi keuntungan atau kerugian tiap NTM serta menghapus hambatan yang memiliki biaya tinggi.

Bersama dengan Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan juga sebaiknya mempertimbangkan penguatan infrastruktur serta sistem untuk menekan biaya kepatuhan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.