Dark/Light Mode

LPEM FEB UI : Konsumen Belanja Di Platform Digital Tetap Stabil

Rabu, 5 Juli 2023 20:48 WIB
Kepala LPEM FEB UI Chaikal Nuryakin. (Foto: Istimewa)
Kepala LPEM FEB UI Chaikal Nuryakin. (Foto: Istimewa)

 Sebelumnya 
Selebihnya, studi ini juga bertujuan untuk mengidentifikasi peluang di masa depan seiring bertumbuhnya ekonomi digital Indonesia.

GoTo, merupakan objek penelitian yang menarik karena memiliki ekosistem terbesar di Indonesia.

Lebih lanjut, berdasarkan riset mereka sebelumnya, GoTo memberikan nilai tambah sekitar 1,8-2,2 persen pada pendapatan domestik bruto (PDB) Indonesia sepanjang tahun 2022.

“Saat pandemi konsumen telah terbiasa dengan kenyamanan yang ditawarkan layanan on-demand dan belanja online. Para mitra usaha juga terus berinovasi di masa pemulihan pasca pandemi sehingga tidak heran bila konsumen terus memanfaatkan layanan-layanan tersebut saat pembatasan fisik dilonggarkan,” terang Chaikal.

Belanja online, menurut kajian LPEM FEB UI, telah menjadi bagian yang tak lepas dari kehidupan sehari-hari konsumen Indonesia.

Baca juga : NETV Kembangkan Konten Kreatif Untuk Media Televisi dan Platform Digital

Hampir seluruh konsumen Tokopedia (92,8 persen) memanfaatkan platform ecommerce tersebut untuk membeli kebutuhan sehari-hari, diikuti oleh pembelian token listrik dan paket data (63,9 persen), dan pembayaran tagihan (59,7 persen).

Kajian Bisnis GoTo Tahun 2022

Tak hanya itu, berdasarkan laporan keuangan GoTo pada kuartal keempat 2022, perusahaan terus mencatatkan pertumbuhan positif.

Jumlah konsumen setia On-Demand Services dan E-Commerce tumbuh sebesar 19 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, dengan nilai transaksi mencapai lebih dari 60 persen dari keseluruhan nilai transaksi bruto (GTV) yang dicatatkan Perseroan.

“Rata-rata transaksi konsumen juga tumbuh 24 persen dibandingkan tahun sebelumnya, mencapai Rp 9,6 juta per konsumen pada 2022,” ujar Chaikal.

Baca juga : Rajin Komunikasi Dan Sinergi, Bank DKI Jadi BUMD Digital Teratas

Dikatakanya, perilaku konsumen yang lebih dalam memanfaatkan platform digital setelah adanya integrasi di ekosistem disebabkan oleh beberapa hal.

Seperti pelayanan yang lebih baik, pengiriman barang yang lebih cepat dan terjangkau, serta meningkatnya kepopuleran layanan pembayaran yang bisa dimanfaatkan di kedua platform.

Chaikal memproyeksi dampak preferensi konsumen terhadap pertumbuhan ekosistem GoTo.

Ke depan, GoTo sebagai perusahaan teknologi terbesar di Indonesia yang menyediakan berbagai kebutuhan masyarakat, diprediksi akan tetap menjadi andalan sehingga pertumbuhan akan tetap meningkat, walau sewajarnya tidak akan sebesar seperti masa pandemi ketika semua transaksi berlangsung secara online.

“Yang penting adalah GoTo dapat terus berinovasi mengikuti perubahan pola konsumsi masyarakat, agar dapat mempertahankan konsumen yang setia terhadap kualitas layanannya,” imbau Chaikal.

Baca juga : Pasca Lebaran, Kemendag Pastikan Harga Sembako Tetap Stabil

Kajian ini merupakan pendalaman dari kajian LPEM FEB UI pada Maret lalu mengenai dampak ekosistem GoTo pada perekonomian nasional.

LPEM FEB UI memperkirakan bahwa Grup GoTo memberikan nilai tambah Rp 349-428 triliun terhadap perekonomian nasional, setara dengan 1,8-2,2 persen pendapatan domestik bruto (PDB) Indonesia pada 2022.

Nilai tersebut berasal dari nilai tambah yang dihasilkan dari aktivitas perusahaan dan mitra di dalam ekosistemnya, yaitu para mitra pengemudi dan UMKM. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.