Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
S Dan P Pertahankan Peringkat Utang
Prospek Ekonomi RI Masih On The Track
Kamis, 6 Juli 2023 06:45 WIB
Sebelumnya
S&P juga berkeyakinan reformasi kebijakan yang terus berlanjut dengan dukungan struktur demografi yang menguntungkan akan berdampak positif pada ekonomi Indonesia.
Hal ini turut diperkuat oleh penerapan Undang-Undang (UU) Cipta Kerja yang baru direvisi oleh Pemerintah pada awal tahun 2023, yang diharapkan dapat memperbaiki iklim usaha. Sehingga dapat mendorong investasi dan pertumbuhan ekonomi potensial.
Dari sisi eksternal, S&P memandang perbaikan kinerja sektor eksternal Indonesia diperkirakan mampu menahan dampak perlambatan harga komoditas.
Baca juga : Standard And Poor’s Pertahankan Peringkat RI Pada BBB Dengan Outlook Stabil
Implementasi kebijakan hilirisasi dan peningkatan kapasitas pemrosesan di sektor pertambangan dalam rangka peningkatan nilai tambah produk tambang dinilai dapat membantu meningkatkan penerimaan ekspor.
S&P juga berpandangan positif terhadap level cadangan devisa yang kembali meningkat, setelah sempat menurun pada paruh kedua 2022, didukung oleh surplus neraca transaksi berjalan dan aliran masuk modal asing.
Dari sisi fiskal, S&P memandang bahwa konsolidasi fiskal yang lebih cepat berdampak pada penurunan defisit fiskal Indonesia menjadi di bawah 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) satu tahun lebih cepat dari target.
Baca juga : Lima Program Ekonomi Rakyat Harus Makin Terjangkau
Defisit fiskal tercatat 2,4 persen dari PDB pada 2022, jauh lebih rendah dari 2021 yang mencapai 4,7 persen dari PDB.
Namun demikian, perlu dicermati bahwa basis penerimaan Pemerintah yang masih terbatas tetap menjadi tantangan bagi perkembangan rating Indonesia ke depan.
S&P mencatat peran yang signifikan dari BI dalam mendukung pertumbuhan ekonomi, meredam dampak gejolak ekonomi, dan keuangan terhadap ekonomi domestik.
Baca juga : Telkom Berdayakan Generasi Muda Melalui Program Edukasi Konservasi
Selain itu, dukungan BIdalam pembiayaan defisit fiskal melalui pembelian surat berharga Pemerintah, dinilai dapat membantu Pemerintah dalam mengelola beban bunga ketika pasar keuangan sedang mengalami tekanan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya