Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Tak Bergantung Beras India
Bulog Punya Alternatif Impor Dari Negara Lain
Minggu, 6 Agustus 2023 07:20 WIB
Sebelumnya
Untuk itu, Indonesia tetap harus memiliki upaya lain dalam pengadaan beras di tengah situasi saat ini. Terlebih, dengan terjadinya El Nino yang mengurangi hasil panen Indonesia. Karena dikhawatirkan, CBP tidak akan cukup hingga akhir tahun.
“Untuk mengantisipasi CBP tetap aman stoknya, perlu dilakukan dari sistem pertanian domestik,” katanya.
Baca juga : Impor Emas Batangan Tapi Lapornya Emas Bongkahan
Hasran menjelaskan, Pemerintah perlu terfokus terhadap infrastruktur irigasi pertanian. Sebab, saat ini masih banyak sistem irigasi pertanian yang masih mengandalkan tadah hujan.
Untuk menghadapi kekeringan akibat El Nino, sistem irigasi yang mumpuni dapat membantu menjaga dari puso ataupun gagal panen yang masif.
Baca juga : Ganjar Beri Bantuan Air Bersih Gratis Untuk Warga Kurang Mampu Di Banjarnegara
Menurut Hasran, fokus terhadap sistem irigasi adalah salah satu upaya pencegahan turunnya produksi agrikultur akibat El Nino, yang juga telah dilakukan di berbagai negara Asia Tenggara, seperti Kamboja dan Thailand. Sekaligus merupakan solusi yang direkomendasikan oleh World Bank.
Terpisah, Direktur Perum Bulog Budi Waseso mengaku, pihaknya telah menyasar tiga negara tujuan impor beras untuk pemenuhan stok beras nasional. Hal ini dilakukan, setelah India memutuskan tidak lagi beras pada 20 Juli 2023.
Baca juga : Parpol Baru Ditantang Berikan Narasi Politik Segar dan Solutif
“Vietnam, Thailand dan ada kemungkinan nanti dari Pakistan, yang masih belum menutup (ekspor) ya,” ujar Buwas-sapaan akrab Budi Waseso di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (2/8).
Buwas memastikan, keputusan India menghentikan ekspor beras untuk menjaga ketahanan pangan dalam negeri, tidak berpengaruh pada stok beras yang dikelola Bulog.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya