Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Dukung AIPF 2023, Bank Mandiri Genjot Pembiayaan Hijau
Jumat, 1 September 2023 16:11 WIB
Sebelumnya
“Untuk itu kami konsisten mengembangkan produk-produk keuangan berkelanjutan, baik dari sisi pembiayaan hijau (green financing) maupun dari sisi pendanaan (sustainable funding instruments),” katanya.
Penyaluran green financing Bank Mandiri secara konsisten terus bertumbuh sebagai wujud penerapan keuangan berkelanjutan dan implementasi prinsip Environment, Social and Governance (ESG).
Bank berkode sama BMRI ini mencatatkan pertumbuhan penyaluran kredit hijau naik 10,2 persen year on year (yoy) menjadi Rp 115 triliun per Juni 2023.
Realisasi tersebut menjadikan Bank Mandiri sebagai market leader green financing di industri perbankan tanah air.
Hingga paruh pertama 2023, penyaluran green financing bank pelat merah ini berkontribusi sebesar 11,7 persen dari total portofolio kredit.
“Realisasi ini merupakan bukti nyata penerapan keuangan berkelanjutan oleh Bank Mandiri sekaligus wujud komitmen kami mendukung transisi Indonesia menuju Net Zero Rmsumission (NZE) tahun 2060 dan tercapainya United Nations Sustainable Development Goals (UN SDGs),” ucap Alexandra.
Menurut dia, sebagai salah satu First Movers on Sustainable Banking, Bank Mandiri terus menggenjot penyaluran green financing di Tanah Air.
Baca juga : Di Ajang AIPF 2023, PLN Tampilkan Proyek PLTS Terapung dan Upaya Transformasi Digital
Kucuran kredit ini ditujukan untuk proyek-proyek atau kegiatan usaha berwawasan lingkungan dan berkelanjutan.
Hasilnya sampai kuartal II-2023, porsi terbesar pembiayaan hijau Bank Mandiri disalurkan ke sektor pertanian berkelanjutan (sustainable agriculture) sebesar Rp 95,6 triliun.
Disusul penyaluran pembiayaan untuk sektor energi terbarukan (green financing) sebesar Rp 8,9 triliun, eco-efficient products Rp 4,7 triliun dan clean transportation Rp 3,2 triliun, serta sektor hijau lainnya sebesar Rp 2,8 triliun.
Dalam penyaluran pembiayaan hijau, bank dengan logo pita emas ini memiliki kebijakan ESG secara spesifik untuk setiap sektor berupa ESG Credit Policy.
Untuk debitur di sektor kelapa sawit (crude palm oil/CPO) misalnya, Bank Mandiri mensyaratkan adanya sertifikat atau bukti pendaftaran ISPO/RSPO (Indonesian Sustainable Palm Oil/Roundtable on Sustainable Palm Oil).
Adapun pada Maret 2023 lalu, 83 persen dari debitur di sektor kelapa sawit telah mengantongi atau tengah memproses sertifikat ISPO/RSPO.
“Melalui green financing, Bank Mandiri mendorong para debitur untuk bertransisi ke ekonomi hijau dan berkelanjutan,” ujar Alexandra.
Baca juga : Jelang HUT Ke-25, Bank Mandiri Gelar Entrepreneur Expo
Jika dipotret dalam rentang waktu lebih panjang, Bank Mandiri konsisten mencatatkan kenaikan pembiayaan ke sektor energi terbarukan. Kredit untuk energi terbarukan pada 2020 hanya Rp 2,5 triliun. Lalu naik menjadi Rp 6,15 triliun di akhir 2022 lalu.
Adapun beberapa proyek energi terbarukan yang mendapatkan kucuran green financing dari Bank Mandiri adalah Kerinci Hydro Power Plant dengan total kapasitas 2x45MW MW dan Malea Hydro Power Plant di Sulawesi Selatan.
Bank Mandiri juga menyalurkan pembiayaan untuk proyek Poso Hydro Power Plant dengan total kapasitas 515 MW.
“Bank Mandiri berkomitmen terus menyalurkan pembiayaan hijau sesuai rencana bisnis penyediaan listrik yang ditetapkan pemerintah, sebagai wujud konsistensi kami menerapkan keuangan berkelanjutan,” ujar Alexandra.
Jelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 pada 2 Oktober 2023, Bank Mandiri akan terus konsisten mendukung penerapan pembiayaan berkelanjutan sesuai POJK 51/2017, dengan menargetkan penyaluran Sustainable Portofolio di kisaran 25 persen dari total kredit (Bank Only).
“Bank Mandiri akan fokus pada beberapa sektor, seperti Pengelolaan Sumber Daya Alam Hayati Berkelanjutan, Energi Baru Terbarukan (EBT), Produk Eco-Efficient, serta Transportasi Ramah Lingkungan,” tegas Alexandra.
Untuk mencapai target itu, pihaknya berkomitmen terus mengembangkan instrumen pendanaan (sustainable funding instruments), demi menghimpun permodalan untuk kemudian disalurkan melalui green financing.
Baca juga : Gelar Auto Fest Roadshow 2023 Di 6 Kota, BSI Patok Target Pembiayaan Hingga Rp 400 M
Bukan cuma itu, Bank Mandiri baru saja menerbitkan green bond senilai Rp 5 triliun pada Juni 2023.
Penerbitan obligasi hijau ini merupakan bagian dari rencana Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berwawasan Lingkungan Berkelanjutan I Bank Mandiri dengan target dana Rp 10 triliun.
Sebelumnya, pada 2021 BMRI telah menerbitkan surat utang berkelanjutan (sustainability bond) senilai 300 juta dokar AS (aryl Dan pada 2022, BMRI menjadi bank pertama di Indonesia yang menyediakan transaksi ESG Repo senilai US$ 500 juta.
ASEAN Indo Pacific Forum (AIPF) merupakan bagian dari KTT ke-43 ASEAN dan KTT Asia Timur.
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyatakan, AIPF adalah inisiatif Indonesia sebagai Ketua ASEAN 2023.
“AIPF sebagai platform bagi sektor swasta, dan publik, termasuk BUMN, dari ASEAN dan mitra di Kawasan Indo-Pasifik untuk berdiskusi dan menghasilkan kerja sama bisnis yang inklusif, kolaboratif, dan konkret," ujar Erick, Rabu (30/8).
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya