Dark/Light Mode

Bangun PSEL di Jakut, DBN Siap Olah 40 Persen Sampah DKI Jadi Energi Listrik

Jumat, 1 September 2023 18:56 WIB
Pengolahan sampah di Jakarta telah memasuki babak baru menjadi refuse-derived fuel RDF untuk bahan bakar alternatif industri. (Foto: Istimewa)
Pengolahan sampah di Jakarta telah memasuki babak baru menjadi refuse-derived fuel RDF untuk bahan bakar alternatif industri. (Foto: Istimewa)

 Sebelumnya 
“PSEL Tanjungan didesain dapat mengolah sampah hingga 3000 ton sampah per hari atau sekitar 40 persen sampah Jakarta, menggunakan teknologi moving grate incinerator yang sudah terbukti dapat mengolah sampah sejenis karakteristik sampah Indonesia,” kata Lerry.

Lerry menyebut, sumber sampah yang akan diolah PSEL Tanjungan berasal dari kawasan permukiman, kawasan komersial, dan kawasan industri berdasarkan kerja sama secara business to business (B2B).

Baca juga : Tangani Polusi Udara, Kemenkes Siapkan 740 Faskes Di Jabodetabek

B2B ini dapat diterapkan karena telah adanya Peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 102 Tahun 2021 Tentang Kewajiban Pengelolaan Sampah Di Kawasan Dan Perusahaan.

Selain itu PT DBN juga membuka peluang kerja sama dengan Pemerintah Daerah Provinsi DKI Jakarta dan/atau pemerintah daerah sekitar lokasi PSEL Tanjungan.

Baca juga : RI Dan Swedia Kerja Sama Pengelolaan Sampah Ke Energi Terbarukan

"PSEL Tanjungan bukan merupakan bagian dari rencana pembangunan ITF penugasan yang ditugaskan oleh Pemprov DKI, melainkan rencana pembangunan yang diprakarsai sendiri oleh PT DBN yang menerapkan skema baru yaitu business to business (B2B) dengan sumber sampah berasal dari kawasan,”pungkas Lerry.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.