Dark/Light Mode

Hasil Rekapitulasi KPU
Pemilu Presiden 2024
Anies & Muhaimin
24,9%
40.971.906 suara
24,9%
40.971.906 suara
Anies & Muhaimin
Prabowo & Gibran
58,6%
96.214.691 suara
58,6%
96.214.691 suara
Prabowo & Gibran
Ganjar & Mahfud
16,5%
27.040.878 suara
16,5%
27.040.878 suara
Ganjar & Mahfud
Sumber: KPU

Tangani Polusi Udara, Kemenkes Siapkan 740 Faskes Di Jabodetabek

Kamis, 31 Agustus 2023 11:45 WIB
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (Foto: Humas Kemenkes)
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (Foto: Humas Kemenkes)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan fokus mengupayakan untuk mengatasi dampak kesehatan, akibat tingginya polusi udara di daerah Jakarta Bogor Depok Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek). Untuk itu, Kemenkes telah menyiapkan 740 fasilitas kesehatan (faskes) yang dapat menangani masyarakat, apabila terjangkit penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) akibat udara yang tidak sehat.

Hal ini disampaikan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin, dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR RI di Gedung DPR,  Rabu (30/8/2023).

Dalam paparan Menkes, faskes yang disiapkan itu, terdiri dari 674 Puskesmas dan 66 RS di Jabodetabek, serta RS Persahabatan sebagai Pusat Respirasi Nasional.

"Kita sudah meminta organisasi profesi dan kolegium dokter spesialis paru, untuk mendidik dokter-dokter Puskesmas, agar paham tentang penyakit paru. Kalau ISPA bisa ditangani di Puskesmas, kita pastikan alat-alatnya juga ada. Kalau masuk kasus pneumonia, itu harus ke rumah sakit. Itu harus di-rontgen. Kita pastikan, seluruh rumah sakit Jabodetabek bisa,” papar Menkes.

Baca juga : Lestari: Atasi Polusi Udara, Butuh Sinergi Dan Mitigasi

Sebanyak 674 Puskesmas yang disiapkan untuk menangani masyarakat yang terdampak polusi udara, tersebar ke beberapa Kabupaten/Kota.

Rinciannya, DKI Jakarta 333, Kabupaten Tangerang 44, Kota Tangerang 39, Kota Depok 38, Kota Bogor 25, Kabupaten Bogor 101, Kota Bekasi 48, dan Kabupaten Bekasi 46.

Selain menyiapkan fasilitas kesehatan, Kemenkes juga aktif menggencarkan upaya promotif dan preventif, dengan memberikan edukasi kepada masyarakat, mengenai tanda-tanda gejala terinfeksi penyakit ISPA.

Baca juga : Tangani Dampak Polusi Udara, Kemenkes Siapkan 740 Fasilitas Kesehatan

Di samping itu, masyarakat juga diimbau agar menggunakan masker, ketika beraktivitas di luar ruangan.

"Kita berikan rekomendasi, pakai masker apa yang bisa menyaring PM2,5 (standar kualitas polusi udara secara umum), karena ini yang paling kecil. Kalau di luar, bisa pakai masker KF94 atau KN95. Tapi, kalau di ruangan, sebaiknya pakai air purifier untuk membersihkan debu dari luar,” beber Menkes.

Senin (28/8/2023), Kemenkes telah memulai kampanye gerakan 6M 1S sebagai upaya pencegahan dampak polusi udara.

Baca juga : Atasi Polusi Udara, DPR Minta Pemerintah Belajar Dari China

Kampanye 6M 1S yang dimaksud meliputi:

  1. Memeriksa kualitas udara melalui aplikasi atau website.
  2. Mengurangi aktivitas luar ruangan dan menutup ventilasi rumah/ kantor/ sekolah/ tempat umum di saat polusi udara tinggi.
  3. Menggunakan penjernih udara dalam ruangan
  4. Menghindari sumber polusi dan asap rokok
  5. Menggunakan masker saat polusi udara tinggi
  6. Melaksanakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)
  7. Segera konsultasi daring/luring dengan tenaga kesehatan jika muncul keluhan pernapasan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.