Dark/Light Mode

Teten: Transformasi Digital UMKM Bukan Hanya Pindah Jualan Ke Online, Lebih Dari Itu!

Kamis, 5 Oktober 2023 18:45 WIB
Menkop UKM Teten Masduki (tengah) di acara Indonesia Digital MeetUp IDM 2023, Festival Wirausaha Mudah di Gedung Smesco, Jakarta, Kamis (5/10). (Foto: Dok. Kemenkop UKM)
Menkop UKM Teten Masduki (tengah) di acara Indonesia Digital MeetUp IDM 2023, Festival Wirausaha Mudah di Gedung Smesco, Jakarta, Kamis (5/10). (Foto: Dok. Kemenkop UKM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM) Teten Masduki menegaskan, proses transformasi digital UMKM yang sesungguhnya bukan lagi bicara perpindahan dari jualan offline ke online.

Lebih dari itu, transformasi digital adalah bagaimana menciptakan produk yang berdaya saing, inovatif, serta mengadaptasi teknologi.

Baca juga : Lintasarta Dorong Akselerasi Transformasi Digital Bangun Industri Dalam Negeri

Teten mengatakan, evolusi UMKM ingin agar UMKM bukan hanya sekadar usahanya berkembang. Produk yang diciptakan harus mampu berdaya saing, melahirkan entrepreneur baru dari kalangan anak muda, yang aware dengan teknologi, bisnis model inovatif, relevan, dan tidak menjadi kompetitor pedagang yang ada.

"Jangan investasi baru hanya memodernisasi model lama ke model baru,” tegasnya dalam acara Indonesia Digital MeetUp (IDM) 2023, Festival Wirausaha Mudah di Gedung Smesco, Jakarta, Kamis (5/10).

Baca juga : PPATK Sebut Transaksi Terkait Judi Online Mencapai Rp 200 Triliun!

Teten mengatakan, Pemerintah saat ini berupaya melakukan transformasi digital yang juga mampu memperkuat bisnis tak hanya kuat di sektor hilir, tetapi juga di hulu.

“Di hilir sudah terlalu banyak, digitalisasi jangan kemudian diturunkan artinya hanya bagaimana berjualan di online saja. Bukan lagi bicara apa itu seller, afiliator, bukan itu,” tegasnya.

Baca juga : Genjot Transformasi Digital, Bank DKI Jadi Mitra Terbaik Daerah

Teten mengambil contoh seperti yang terjadi di Tanah Abang akibat ramai isu sepi pembeli kemarin. Meskipun mereka sudah shifting berjualan online, tetapi saja permintaan masih rendah.

“Pasar Tanah abang itu sudah online. Mereka menggunakan semua chnanel e-commerce, live shopping dan semua platform, tetapi mereka juga belum bisa bersaing. Sehingga jangan lagi dituding mereka tidak adaptasi digital. Pasar digital kita sebanyak 90 persen persen merupakan produk asing,” sebutnya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.