Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- STY Nilai Persija Sudah 80 Persen Jelang Super League 2026/2027
- Beckham Putra Siap Bawa Persib Lolos ke ACL Two
- Runner Up, Timnas Putri U-16 Punya Masa Depan Cerah
- Atasi Karhutla Riau, Prabowo Minta Bangun 306 Sumur Bor Di Dekat Hotspot
- Calon Bos OJK Sarjito Beberkan Tantangan Bursa Mineral RI Agar Dipercaya Dunia
Sokong Stok Beras Nasional
ID Food Dan NFA Perkuat Ekosistem Perberasan
Minggu, 22 Oktober 2023 07:20 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Holding BUMN (Badan Usaha Milik Negara) Pangan atau ID Food dan PT Sang Hyang Seri (SHS) bersama Badan Pangan Nasional atau National Food Agency (NFA) sedang menyiapkan ekosistem terintegrasi untuk menyokong stabilitas ketersediaan stok dan harga beras.
Upaya untuk memperkuat Cadangan Beras Pemerintah (CBP) terus dilakukan. Salah satunya, dengan melaksanakan pilot project ekosistem terintegrasi dari hulu ke hilir melalui Demonstration Area (Dem Area).
Sebagai gambaran, Dem Area memperkenalkan teknologi baru dalam teknik berproduksi dan pengelolaan usaha tani, dengan luas unit tertentu atau sekitar 25-50 hektare (ha).
Baca juga : Mardiono Dan Ganjar Sepakat Bersama Menangkan Pilpres Dan Pileg
Kepala NFA Arief Prasetyo Adi mengatakan, pilot project Dem Area dilakukan di atas lahan seluas 47,25 ha milik SHS di Sukamandi, Subang, Jawa Barat.
Proyek ini, kata dia, didukung penerapan teknologi produksi padi dari Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN), PT Teknologi Biota dan MSP-65.
“Di sini, menjadi contoh suatu ekosistem beras yang terintegrasi dari hulu ke hilir. Hal ini diharapkan bisa memperkuat pasokan CBP di Perum Bulog agar ketergantungan terhadap impor beras bisa teratasi,” kata Arief, saat melakukan panen padi, di Dem Area, Subang, Jumat (20/10).
Baca juga : Unas dan Pembag Anambas Perekuat Ekowisata dengan Pekat Maritim
Menurut dia, ekosistem terintegrasi seperti ini penting diimplementasikan secara masif, karena dapat menyokong stabilitas ketersediaan stok dan harga beras, terlebih dalam antisipasi dampak fenomena El Nino.
Arief yang juga Pelaksana Tugas (Plt) Menteri Pertanian ini mengakui, sinergitas perlu dikuatkan lagi dengan mengoptimalkan peran Kementerian Pertanian yang selama ini fokus pada peningkatan produksi pangan nasional.
“Kementan akan meningkatkan input produksi seperti benih, pupuk, alsintan (alat dan mesin pertanian) dan ketersediaan air karena ini menjadi aspek penting dalam upaya peningkatan produksi,” katanya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya