Dark/Light Mode

Mixed Marketing Concept, Bukti Komitmen Kuat CNI Lakukan Transformasi

Rabu, 25 Oktober 2023 23:40 WIB
Transformasi CNI Indonesia. (Foto: Istimewa)
Transformasi CNI Indonesia. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - CNI Indonesia sebelumnya dikenal sebagai perusahaan yang memasarkan produk dengan konsep Multi Level Marketing (MLM). Tapi, melihat situasi terkini yang tidak mudah, terutama terkait masalah sosial dan geo-politik di Indonesia, plus adanya ‘ledakan’ teknologi yang sangat luar biasa, membuat CNI selaku perusahaan berupaya untuk menjadi kreatif, adaptif, dan fleksibel.

Terlebih, persaingan dalam dunia usaha semakin lama dirasa semakin ketat. Itu sebabnya, CNI menciptakan suatu konsep marketing yang sangat unik dan menarik, yang dinamakan Mixed Marketing Concept (MMC). Konsep itu praktis mengubah pola marketing sebelumnya yaitu MLM.

MMC merupakan penggabungan keunggulan dari konsep pemasaran tradisional (offline dan online), penjualan langsung yang mencakup penjualan pribadi, berjenjang terbatas, dan penjualan berjenjang, serta sedikit mengadopsi sistem franchise.

Kalau dalam MLM konsepnya adalah penjualan berjenjang, yang setiap anggota diharapkan dapat merekrut orang sebanyak-banyaknya untuk menggunakan dan memasarkan produk dengan pola marketing bertingkat, MMC memiliki konsep yang berbeda.

Baca juga : China Siap Guyur 1 Juta Ton Beras

“MMC tidak seperti itu. CNI tidak lagi membuka kesempatan untuk orang-orang menjadi anggota kapan saja dan di mana saja. Kesempatan untuk menjadi anggota CNI kelak hanya akan dibuka jika dirasa perlu di lokasi yang diperlukan,” kata CEO CNI Indonesia, S Abrian Natan, dalam keterangan yang diterima redaksi, Rabu (26/10).

“Dalam hal ini, kelebihan konsep franchise akan kami terapkan meski tidak benar-benar seperti konsep franchise pada umumnya,” kata Abrian.

Abrian mengakui, beberapa keunikan dan kelebihan dalam sistem MLM memang akan diterapkan. “Tetapi sangat jelas, konsep MMC bukanlah MLM,” ucapnya.

Bukti dari transformasi yang dilakukan CNI ditandai dengan banyaknya perubahan. Mulai dari perubahan mindset, cara berbisnis, distribusi produk, kebijakan, promo, pricing, marketing plan (rancangan bisnis CNI), semuanya berubah. Termasuk adanya tim manajemen yang masih berusia muda (regenerasi).

Baca juga : Launching FCP, Itjen Kemenag Kuatkan Tata Kelola Transparansi Bantuan Pemerintah

“Demikian juga dengan logo yang harus berubah. Ini menunjukkan komitmen kuat dari CNI untuk melakukan transformasi. Sudah 30 tahun lebih kami menggunakan logo dan konsep pemasaran yang lama. Inilah saatnya bagi CNI untuk benar-benar berubah (transformasi),” ujar Abrian.

Dia pun menyadari, segala sesuatu tidak akan mungkin mencapai tahap yang lebih baik kalau tidak berani melakukan perubahan. Termasuk sebuah perusahaan.

Kelebihan MMC CNI

Saat ini banyak pemilik toko offline merasa sepi pelanggan, sehingga menjalankan usahanya secara online. Namun, menjalankan usaha online pun tidak mudah. Mengingat, seorang pengusaha juga harus belajar sendiri cara membuka toko online, membuat kreasi konten untuk sosial media, dan melakukan pengiriman barang secara pribadi.

Demikian juga bagi mereka yang sudah punya cukup banyak follower di sosial media, mereka masih harus mencari sendiri produknya. Masalahnya, mencari produk itu bukan perkara mudah. Harus dicek lebih dahulu produknya itu legal atau tidak, izin dari BPOM atau Departemen Kesehatan-nya, izin edarnya, hingga pembayaran pajaknya. Belum lagi jika terjadi perang harga, yang harus dihadapi dan diatasi sendiri.

Baca juga : Waka BPIP: Standar Kompetensi Jabatan Dukung Transformasi ASN

Abrian mengungkapkan kelebihan pemasaran secara online dari MMC CNI dibandingkan kebanyakan bisnis online lainnya. “Di MMC CNI, jika ada anggotanya yang ingin menjual produk CNI secara online, hal-hal tersebut tidak terlalu jadi masalah. CNI akan memberikan pelatihan bagaimana cara membuat toko online, membuat konten, dan sebagainya,” ucap Abrian.

Dia menambahkan, CNI akan membuat konten produk untuk dipromosikan secara online dan para anggota dapat menggunakan konten (video atau foto) tersebut dalam akun sosmednya.

Semua produk-produk CNI sudah mempunyai izin BPOM/Depkes, izin edar, izin halal, membayar pajak, dan sebagainya. Selain itu, yang paling penting adalah produk CNI tidak mempunyai saingan secara langsung. Karena produk-produk CNI dibuat CNI sendiri.

“Memang betul, ada satu masalah yang dapat terjadi, yaitu masalah perang harga atau undercutting. Dalam hal ini CNI berkomitmen, untuk bersama dengan para mitranya mengatasi hal tersebut. Kami percaya masalah ini dapat diatasi, setidaknya diminimalisasi secara signifikan,” tandas Abrian.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.